SITARO, KOMENTAR NEWS Laut yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir kembali menyisakan kecemasan.
Betapa tidak, seorang nelayan asal Kampung Minanga, Kecamatan Tagulandang Utara, Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (SITARO), dilaporkan tidak kembali sejak berangkat melaut, Senin (3/8/2026) pagi.
Bahkan, hingga kini keberadaan korban belum diketahui, meski berbagai upaya pencarian terus dilakukan oleh keluarga bersama unsur terkait.
Korban diketahui bernama Rei Nirts Lohonauman alias Bu Kola (65), warga Lindongan I Kampung Minanga, yang kesehariannya menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Korban saat itu berangkat seorang diri menggunakan perahu berwarna hijau dengan panjang kurang lebih tiga meter menuju kawasan perairan sekitar Pelabuhan Feri Minanga untuk mencari ikan.
Sebelum bertolak ke laut, korban sempat sarapan bersama istrinya, Welmin Nanono (59).
Setelah itu, korban berangkat menggunakan perahunya tanpa membawa telepon seluler, sehingga keluarga tidak dapat melakukan komunikasi untuk mengetahui keberadaannya. Waktu terus berjalan, namun korban tak kunjung kembali.
Hingga Selasa (4/8/2026) pukul 07.55 WITA, keluarga yang mulai merasa khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut agar dilakukan upaya pencarian.
Danposal Tagulandang, Lettu Laut (P) Deddy Indra, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencarian terhadap korban.
“Untuk tindakan sementara, kami melakukan koordinasi dengan SAR Tahuna, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Kami juga telah menyebarkan informasi kepada rekan-rekan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Tagulandang dan Siau,” ujar Deddy Indra.
Ia berharap masyarakat, khususnya para nelayan yang menemukan informasi maupun tanda-tanda keberadaan korban, dapat segera memberikan pertolongan dan melaporkan kepada pihak terkait.
“Apabila ada informasi terkait nelayan Minanga yang dinyatakan hilang, agar segera memberikan pertolongan dan menginformasikan kepada kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Tagulandang Iptu Rexy Misa menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait hilangnya korban dan langsung melakukan koordinasi untuk mendukung proses pencarian.
“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung, TNI AL, dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama melakukan pencarian. Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Tagulandang maupun wilayah sekitarnya agar segera memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban,” ujar Misa.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian, terutama dengan gelombang laut yang cukup tinggi. Kendati demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban.
“Pencarian tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap nelayan hilang ini masih berlangsung.
Keluarga bersama pihak terkait terus menaruh harapan agar pria paruh baya ini dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga. (gus)