Wednesday, November 4, 2026

Gereja Tak Boleh Berpolitik! Safari BPMS GMIM ke Partai Dinilai Langgar Aturan, Pnt Hengky Kawalo: GMIM Bisa Hancur di Tangan Pimpinan

MANADO – Langkah Safari Badan Pengurus Majelis Sinode (BPMS) GMIM yang dipimpin langsung Ketua Sinode, Pdt Adolf Wenas, kini menuai sorotan tajam dan kritik keras dari kalangan warga gereja. Tindakan rombongan yang mendatangi sejumlah partai politik dinilai melanggar prinsip utama dan berpotensi merusak sendi pelayanan.

Pnt Hengky Kawalo alias Hello, Penatua P/KB Wilayah Manado Selatan Satu dari GMIM Syalom Karombasan, melontarkan peringatan tegas. Ia menegaskan, arah yang diambil pimpinan tertinggi GMIM ini sangat keliru dan berbahaya.

“GMIM bisa hancur di tangan Ketua Sinode Adolf Wenas. Apa maksudnya membawa rombongan BPMS melakukan safari ke partai politik? Ini kesalahan fatal dan pelanggaran berat di mata warga! Gereja tidak boleh berpolitik praktis—ini akan merusak seluruh tatanan pelayanan jika dibiarkan,” tegas Kawalo dengan nada kecewa.

- Advertisement -

Mantan anggota DPRD Kota Manado selama tiga periode ini bahkan menyatakan kekecewaannya yang mendalam hingga menyebutkan alternatif yang menyakitkan hati.

“Lebih baik GMIM bubar saja jika pucuk pimpinan sudah sengaja menggiring organisasi ini berjalan beriringan dengan partai politik,” ucapnya keras.

Kawalo menyoroti kunjungan yang dikabarkan telah dilakukan ke Partai NasDem dan Gerindra, serta kekhawatiran bahwa hal serupa akan berlanjut ke partai lainnya. Ia menegaskan batasan yang jelas bagi gereja:

“Gereja harus berdampingan dan bersinergi dengan pemerintah, bukan dengan partai politik. Bertemu Gubernur, Bupati, atau pejabat negara demi menunjang pelayanan pendidikan dan kesehatan itu wajar dan dibenarkan. Tapi kalau sudah merapat ke partai politik, itu berarti keluar dari jalur organisasi GMIM dan merusak pelayanan yang ada.”

Sebagai tokoh yang pernah berkiprah di dunia politik, Hengky Kawalo justru paling memahami bahaya pencampuran dua ranah tersebut

“Saya orang politik, tapi saya tidak akan membiarkan pelayanan GMIM hancur karena pimpinannya terjebak dalam kepentingan politik praktis,” tegasnya. Ia berharap pelajaran ini menjadi fondasi bagi kepemimpinan GMIM di masa depan agar tidak terjebak dalam kepentingan yang bisa mengorbankan kemurnian pelayanan.

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

Berita terkait

Dirkrimsus Polda Sulut Dijabat Putra Daerah, Calvin Castro Titip...

MANADO, KomentarNews.com - Mutasi di tubuh Polda Sulawesi Utara mendapat respon positif dari kalangan aktivis. Aktivis Sulawesi...

Mutasi Polri: Putra Sulut Kombes Kindangen Dipercaya Pimpin Ditreskrimsus...

SULUT, KomentarNews.com - Jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Utara resmi berganti. Kombes Pol Johannes...

Momentum HUT ke-62, Ruby Rumpesak Bangun Solidaritas Kader Sebagai...

TOMOHON, KOMENTAR-NEWS.COM — Di tengah masa transisi kepengurusan, Partai Golkar Kota Tomohon memilih memperkuat fondasi internal. Melalui...
Advertisement

Lainnya

Rekomendasi Berita