MINUT, KOMENTAR NEWS Kabupaten Minahasa Utara (Minut), di bawah komando Bupati Dr. Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, SH, MH, (JGKWL), pernah menjadi terbaik nasional dalam hal pengendalian inflasi tahun kemarin.
Sayangnya, seiring terjadinya gejolak ekonomi dalam beberapa bulan terakhir, itu ikut berdampak pada angka inflasi di bumi Klabat, ikut melonjak.
Data yang dihimpun media ini, kini angka inflasi per 1 Oktober 2026, menyentuh 9,05 persen dari sebelumnya adalah 0,44 persen.
Terkait kondisi ini, Bupati JG melalui Kepala Dinas Perdagangan Minut, Maximilian S. Tapada, mengatakan jika salah satu penyebab tingginya angka inflasi di Minut adalah adanya perbedaan objek penilaian antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pemerintah daerah.
“Dapat saya jelaskan pertama bahwa tingginya inflasi hari ini sejatinya bukan hanya dialami kita di Minahasa Utara, tapi ini sedang terjadi secara nasional. Kedua, inflasi di kita tinggi karena objek penilaian yang kita pakai ternyata beda dengan yang digunakan oleh BPS,” kata Tapada, saat dialog dengan Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM), di Pusat Jajanan dan Kuliner Center (PJKC), Jumat (30/10/2026).
Ia mencontoh, beberapa waktu kemarin pihaknya gencar menekan laju inflasi dengan melakukan intervensi terhadap harga cabai lewat program Pasar Murah Bersubsidi JGKWL, namun pada akhirnya itu tidak memberi dampak signifikan terhadap angka serta laju inflasi tetap tak terkontrol.
“Misalnya lagi, kita mau tekan inflasi dengan mengintervensi harga ikan Tude, tahu-tahunya objek yang dinilai adalah ikan Tuna. Jelaslah tidak ketemu, dan sudah pasti tidak akan memberi dampak terhadap upaya mengendalikan laju inflasi. Dan itulah yang sedang terjadi hari ini,” urainya.
Meski begitu, sambung dia lagi, walau angka inflasi di Minut tergolong tinggi, namun gejolak di kalangan masyarakat, terbilang tidak ada.
Dengan demikian, lanjut dia, boleh disimpulkan bahwa secara angka memang tinggi, namun dampaknya kecil karena berhasil diintervensi lewat program Pasar Murah Bersubsidi JGKWL serta kegiatan lain di OPD terkait.
“Semoga apa yang sudah dibuat, akan memberi dampak positif terhadap masyarakat Minut, khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan,” kuncinya.
Sekadar diketahui, kegiatan Dialog dengan OPD secara bergilir digelar rutin oleh PROWM setiap akhir pekan, di mana bahasan yang diangkat menyangkut program kerja Pemerintahan JGKWL.
Termasuk juga mengungkap setiap inovasi yang sudah dibuat oleh masing-masing OPD. (ein)




