MINUT, KOMENTAR NEWS Bukan rahasia lagi jika permintaan terhadap daging babi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kerap melonjak khususnya di daerah-daerah mayoritas Nasrani.
Tak terkecuali di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), situasi serupa sudah jadi hal lazim.
Bersamaan dengan itu, lonjakan permintaan kerap juga berdampak pada harga jual sebagaimana hukum ekonomi, permintaan melonjak, harga cenderung ikut naik.
Nah, menyikapi hal tersebut, Pemkab Minut melalui Dinas Perdagangan telah mengambil langkah antisipasi lewat program intervensi daging babi.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Minut, Maximilian S. Tapada, baru-baru ini.
“Kalau di hari raya umat Muslim kemarin kita intervensi harga daging sapi, nah di Natal dan Tahun baru nanti, pak bupati juga punya program serupa tapi pada daging babi,” kata Tapada, dalam diskusi bersama Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM), akhir pekan kemarin.
Dikatakannya lagi, sama seperti pada hari raya Idul Fitri lalu, tujuan dari program ini adalah memudahkan warga yang berhari raya untuk memenuhi kebutuhan di momen spesial nanti.
“Dengan kata lain, Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati ingin agar programnya dirasakan secara merata oleh setiap masyarakat Minahasa Utara,” urainya.
Ditanya soal lokasi pelaksanaan kegiatan serta teknis program intervensi harga daging, termasuk jumlah daging yang akan disiapkan, ia belum bisa memaparkan secara detail. “Konsepnya sudah ada, dan kemungkinan tak jauh beda dengan sebelum-sebelumnya (Sistem Kupon), namun untuk lokasinya serta berapa banyak (Kilogram) yang akan disiapkan, kita lihat saja nanti. Yang pasti, salah satunya adalah di pasar Airmadidi,” bebernya.
Ia berharap apa yang telah direncanakan ini boleh terlaksana dengan baik.
“Sekali lagi, Pak Bupati ingin programnya boleh dirasakan semua orang,” kuncinya. (ein)




