MINUT, KOMENTAR NEWS Bukan rahasia lagi jika Kabupaten Minahasa Utara (Minut), punya potensi pertanian yang sangat menjanjikan.
Sayangnya, hingga kini beragam potensi itu belum benar-benar dikelola secara maksimal.
Merujuk pada fakta tersebut, sebuah inovasi baru kini telah diluncurkan Bupati, Dr. Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, yang tujuan utamanya ialah bagaimana meningkatkan pendapatan para petani.
“Saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan di mana kita boleh membuat sebuah terobosan baru melalui inovasi teman-teman di Dinas Pertanian berupa ‘Dua Hasil Satu Lahan’ yang nantinya akan bermuara pada peningkatan pendapatan para petani,” kata Bupati JG, baru-baru ini.
Inovasi ‘Dua Hasil Satu Lahan’, kata dia lagi, merupakan upaya pemerintah daerah dalam mendorong integrasi tanaman kelapa dengan jagung secara sistematis dan berkelanjutan.
“Dengan kata lain, melalui inovasi ini, pola pertanian yang sebelumnya cenderung bersifat monokultur diarahkan menjadi sistem pertanian yang lebih produktif dan terintegrasi,” terangnya.
“Artinya, kalau kemarin-kemarin satu lahan hanya menghasilkan satu komoditas, lewat inovasi ini kita akan buat hasil meningkat di mana satu lahan dua tanaman yakni kelapa dan jagung,” sambungnya.
Ia berharap, lewat inovasi ini, para petani di Minut memiliki peluang memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus menghilangkan atau mengganti tanaman kelapa yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan di Bumi Klabat.
“Dengan inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan pola pengelolaan pertanian menuju sistem yang lebih produktif, terintegrasi dan berkelanjutan serta memperkuat ketersediaan pangan,” kuncinya. (ein)