Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis pagi (30/4/2026) dibuka menguat 2,03 poin atau 0,03 persen ke posisi 7.103,26. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 justru turun 0,50 poin atau 0,07 persen ke posisi 683,64.
Analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan, mengatakan bahwa penguatan IHSG yang tipis ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari AS dan dalam negeri.
“Pergerakan IHSG masih cenderung sideways. Pelaku pasar sedang menunggu keputusan suku bunga The Fed dan data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Sementara dari dalam negeri, investor juga mencermati kinerja emiten kuartal I/2026,” ujar Rizkia kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Rizkia menambahkan bahwa sektor teknologi dan infrastruktur menjadi penopang utama IHSG di awal perdagangan. Saham-saham seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat bergerak di zona hijau.
Sementara itu, pelemahan LQ45 mengindikasikan bahwa investor masih cenderung selektif dalam memilih saham. “Investor masih wait and see, terutama setelah IHSG sempat terkoreksi cukup dalam beberapa pekan terakhir,” jelasnya.
Bursa saham regional Asia pada pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang menguat 0,2 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,1 persen, sedangkan Shanghai Komposit melemah 0,3 persen.
Pengamat pasar modal dari Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, mengatakan bahwa level psikologis 7.100 menjadi support krusial bagi IHSG. “Jika IHSG mampu bertahan di atas 7.100, potensi rebound ke 7.200 masih terbuka. Namun, jika tembus ke bawah, maka pelemahan bisa berlanjut,” ujar Alrich.
(*ANT/ Bloomberg)


