Jakarta, KomentarNews – Pelatih tim nasional Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan fokus utama tim pelatih saat ini adalah memulihkan dan menguatkan kondisi mental para pemain sebelum bertolak ke Piala Asia U-17 2026. Ia mengakui kegagalan di Piala AFF U-17 kemarin sempat mengguncang kepercayaan diri skuad Garuda Muda, sehingga aspek psikologis menjadi pekerjaan rumah paling mendesak jelang tampil di level Asia.
Kurniawan menjelaskan, tim pelatih memanfaatkan masa jeda latihan setelah AFF untuk melakukan pendekatan khusus guna mengembalikan semangat bertanding para pemain. “Begitu kalah mereka sangat down. Beberapa hari masa rest kita pakai untuk mengembalikan mental mereka. Tim behind the team bekerja sangat keras, baik ofisial maupun psikolog, karena itu sangat penting untuk menjalankan planning kita,” ujar mantan striker timnas itu di sela-sela sesi latihan.
Menurutnya, pemulihan mental tidak hanya dilakukan melalui sesi motivasi, tetapi juga lewat latihan yang dirancang untuk mengembalikan rasa percaya diri pemain terhadap kemampuan sendiri dan kolektif tim. Kurniawan menekankan pentingnya keseimbangan antara dorongan agar pemain berani mengambil keputusan di lapangan dan kewaspadaan agar tidak kembali melakukan kesalahan-kesalahan elementer yang merugikan tim.
Selain aspek mental, Kurniawan menegaskan tim pelatih juga mematangkan taktik dan organisasi permainan sebagai bekal menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Asia U-17 nanti. Ia menyebut beberapa laga uji coba dan permainan internal dilakukan untuk mengasah penguasaan bola, transisi bertahan–menyerang, dan disiplin posisi selama 90 menit penuh.
Dengan kombinasi penguatan mental dan pematangan taktik, Kurniawan berharap timnas U-17 Indonesia bisa tampil lebih stabil dan kompetitif ketika menghadapi wakil-wakil terbaik Asia. Ia menilai Piala Asia U-17 adalah momentum penting bagi para pemain muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dari kegagalan dan bersaing di level yang lebih tinggi.
(Ant*/Tribunnews/detik.com/CNN Indonesia)


