Jakarta, KomentarNews – Microsoft baru saja mengumumkan terobosan besar dalam teknologi penyimpanan data. Melalui proyek risetnya yang bernama Project Silica, perusahaan teknologi raksasa ini berhasil mengembangkan media penyimpanan berbasis kaca yang mampu menyimpan data hingga 10.000 tahun . Temuan revolusioner ini bahkan telah dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi Nature pada pertengahan Februari 2026 .
Teknologi ini menggunakan laser femtosecond untuk menuliskan data ke dalam lempengan kaca borosilikat, material yang sama seperti yang digunakan pada peralatan dapur tahan panas . Hasilnya, sebuah keping kaca berukuran 12 sentimeter persegi dengan ketebalan hanya 2 milimeter mampu menyimpan data hingga 4,8 terabyte (TB) . Kapasitas tersebut setara dengan kurang lebih 2 juta buku cetak atau ribuan film .
Selama ini, media penyimpanan konvensional seperti hard disk dan pita magnetik memiliki kelemahan utama, yaitu masa pakai yang terbatas. Dalam waktu sekitar satu dekade, data di dalamnya mulai terdegradasi dan berisiko hilang jika tidak dimigrasikan secara berkala . Proses migrasi ini tidak hanya rumit, tetapi juga memakan biaya dan energi yang besar.
“Keunggulan kaca adalah, begitu data ditulis, data itu tidak bisa diubah. Selesai,” ujar Richard Black, pimpinan riset Project Silica di Microsoft Research Cambridge, Inggris, seperti dikutip dari laman resmi Microsoft . Perangkat penyimpanan ini juga tidak memerlukan kontrol suhu atau perawatan khusus, sangat tahan terhadap air, panas, dan debu .
Terobosan utama dalam riset ini adalah penggunaan kaca borosilikat yang jauh lebih murah dan mudah didapat dibandingkan material sebelumnya, yaitu kuarsa murni (fused silica) yang harganya bisa tiga kali lebih mahal . Langkah ini secara signifikan mengurangi hambatan untuk komersialisasi teknologi di masa depan .
Selain itu, tim peneliti juga berhasil meningkatkan kecepatan penulisan data dan menyederhanakan proses pembacaan. Jika sebelumnya diperlukan 3 hingga 4 kamera untuk membaca data, kini cukup dengan satu kamera, sehingga biaya dan ukuran perangkat bisa ditekan .
Melalui uji penuaan yang dipercepat (accelerated aging test), tim peneliti memastikan bahwa data dalam kaca ini dapat bertahan setidaknya 10.000 tahun pada suhu ruangan, atau bahkan lebih lama lagi . Para ilmuwan dari MIT dan University of Southampton menilai teknologi ini berpotensi “mengubah industri pusat data” dan menjadi solusi ideal untuk arsip data jangka panjang, seperti data ilmiah, warisan budaya, hingga arsip kebencanaan .
Meski revolusioner, teknologi ini tidak dirancang untuk menggantikan SSD atau hard disk di komputer sehari-hari karena tidak bisa ditimpa (rewrite) dan kecepatan aksesnya tidak cocok untuk penggunaan rutin . Namun, untuk penyimpanan data abadi yang aman dan terjamin, Project Silica menjanjikan masa depan di mana peradaban manusia dapat terdokumentasi untuk milenium mendatang .
(*Microsoft Research/ *Nature/ *TechSpot/ *Reuters)
