St. Louis, KomentarNews – Sam Altman, CEO OpenAI, meminta pengadilan federal untuk menghapus tuntutan ganti rugi punatif (punitive damages) dalam gugatan perdata yang diajukan oleh adik perempuannya, Annie Altman. Annie menuduh kakaknya melakukan pelecehan dan pemerkosaan berulang lebih dari dua dekade lalu. Sam Altman membantah semua tuduhan tersebut.
Dalam berkas yang diajukan di pengadilan St. Louis pada Rabu (15/4/2026) malam, Sam Altman berargumen bahwa undang-undang pelecehan seksual anak di Missouri tidak mengizinkan tuntutan ganti rugi punatif atas klaim Annie Altman. Sebaliknya, ia hanya dapat menerima “ganti rugi atas cedera atau penyakit” yang disebabkan oleh pelecehan seksual di masa kanak-kanak.
Sam Altman juga menyatakan bahwa ganti rugi punatif tidak dapat diberikan atas perilaku yang dituduhkan kepadanya saat ia masih anak-anak. Ia kembali mengajukan permohonan agar gugatan adiknya dibatalkan seluruhnya. Pengacara Annie Altman belum segera menanggapi permintaan komentar.
Annie Altman menuduh kakaknya melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan antara tahun 1997 dan 2006 di rumah keluarga di pinggiran kota Clayton, Missouri. Tuduhan dimulai ketika ia berusia tiga tahun dan Sam berusia 12 tahun. Annie menyatakan bahwa “tindakan pelecehan dan pemerkosaan terakhir” terjadi ketika Sam Altman sudah dewasa. Sam Altman kini berusia 40 tahun.
Keluarga Altman telah menyatakan bahwa Annie memiliki tantangan kesehatan mental dan menerima dukungan finansial. Sam Altman mengatakan bahwa adiknya mulai menuduhnya di media sosial setelah mereka menolak “tuntutan pemerasan untuk dukungan finansial yang semakin besar.” Gugatan Annie dimulai pada Januari 2025.
Sam Altman kini menggugat balik adiknya atas pencemaran nama baik terkait unggahannya, termasuk video yang menyatakan bahwa “seorang miliarder teknologi” melecehkannya. Ia menuntut ganti rugi sebesar 1 dolar AS, dengan alasan “tidak ingin merugikan adiknya secara finansial” tetapi menginginkan vonis yang menyatakan bahwa pernyataan adiknya tidak benar.
Sam Altman dikenal sebagai tokoh utama dalam ledakan kecerdasan buatan (AI) setelah peluncuran chatbot ChatGPT pada 2022.
Selain kasus ini, Sam Altman juga dijadwalkan menghadapi persidangan pada 27 April dalam gugatan miliarder Elon Musk senilai lebih dari 134 miliar dolar AS yang menuduh OpenAI menyimpang dari misinya untuk mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia. Microsoft juga menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.
(*Reuters)

