Brussels, Komentarnews – Komisi Eropa meminta negara-negara anggota Uni Eropa (UE) untuk menerapkan berbagai langkah dukungan, termasuk kewajiban kerja dari jarak jauh (work from anywhere/WFA), di tengah krisis energi yang diperparah oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Demikian laporan Financial Times pada Ahad (19/4/2026), mengutip dokumen terkait.
Dalam lampiran draf komunikasi tersebut, Komisi menyatakan bahwa perusahaan harus didorong untuk memberlakukan setidaknya satu hari kerja dari mana pun (WFA) per pekan sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Komisi juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pompa kalor (heat pump), boiler, dan panel surya. Selain itu, Komisi Eropa akan menetapkan target elektrifikasi baru dan mengumumkan dukungan bagi negara-negara UE untuk mengembangkan program sewa sosial bagi teknologi ramah lingkungan seperti pompa kalor dan kendaraan listrik.
Komisi juga diperkirakan akan merekomendasikan penghematan konsumsi gas dan minyak, mencatat bahwa panduan serupa telah dikeluarkan oleh Brussel pada 2022 lalu.
Langkah darurat ini muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz sejak Sabtu malam, dan ini akan tetap berlaku sampai blokade Angkatan Laut AS sepenuhnya dicabut. Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global.
Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran bebas melewati Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea masuk ke Teheran. Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.
Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jørgensen, dalam pernyataan terpisah menyatakan bahwa krisis energi saat ini mengingatkan pada situasi tahun 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. “Kita harus bersiap. Penghematan energi dan percepatan transisi ke energi terbarukan adalah kunci. WFA bukan hanya tentang menghemat listrik, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar transportasi,” ujar Jørgensen.
(*Financial Times/ *ANT)

