San Francisco, KomentarNews – Laboratorium kecerdasan buatan (AI) milik Jeff Bezos dengan kode nama Project Prometheus mendekati kesepakatan pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS (sekitar Rp162 triliun) dengan valuasi mencapai 38 miliar dolar AS (sekitar Rp618 triliun) termasuk dana baru. Demikian laporan Financial Times, Senin (21/4/2026). Pendanaan ini didukung oleh JPMorgan dan BlackRock, menempatkan startup baru Bezos sebagai salah satu tahap awal paling didanai di dunia.
Co-CEO Project Prometheus, Vikram Bajaj, mengungkapkan bahwa perusahaan mengembangkan AI yang memahami dunia fisik untuk merevolusi bidang teknik (engineering) dan manufaktur, sekaligus mengurangi konsumsi sumber daya.
“Project Prometheus mengembangkan AI yang paham dunia fisik untuk merevolusi engineering dan manufaktur, serta mengurangi konsumsi sumber daya,” ujar Vikram Bajaj.
Startup berbasis San Francisco dengan kantor di London dan Zurich ini sebelumnya telah mengumpulkan 6,2 miliar dolar AS (sekitar Rp100 triliun) pada November 2025. Kini, mereka memperluas pendanaan karena tingginya minat investor.
Jeff Bezos menjadi salah satu investor utama dalam proyek ini. Ia memisahkan dana dari holding company-nya untuk mencari miliaran dolar guna membeli saham perusahaan-perusahaan yang terdampak teknologi AI-nya, seperti di bidang engineering, arsitektur, dan desain.
Pendanaan baru ini dijadwalkan segera ditutup meskipun belum final. Analis teknologi menilai langkah ini menunjukkan keyakinan investor pada visi Bezos untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic di ranah AI fisik.
Analis AI dari Gartner, Chirag Dekate, menilai bahwa pendanaan besar ini menunjukkan pergeseran fokus AI dari ranah digital ke fisik. “Selama ini AI dominan di bidang bahasa dan visi. Project Prometheus mencoba menerobos ke dunia fisik—robotika, manufaktur, engineering. Jika berhasil, ini akan menjadi pengubah permainan (game changer) sejati,” ujar Chirag.
(*Financial Times/ *ANT)

