MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM – Mimpi besar masyarakat di desa terpencil dan pulau-pulau terluar Sulawesi Utara akhirnya segera terwujud. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, kembali menunjukkan komitmen luar biasa dan kecepatan kerja nyata demi keadilan pembangunan. Ia menggelar pertemuan strategis dan audiensi penting bersama General Manager PT PLN (Persero) UID Suluttenggo, Rabu (3/6/2026), guna memastikan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Tahun 2026 berjalan cepat, tepat sasaran, dan tuntas.
Program ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan prioritas utama Presiden Republik Indonesia yang diamanahkan untuk membuka akses energi ke wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh aliran listrik. Berdasarkan penugasan resmi Kementerian ESDM, PLN bersiap melakukan gebrakan besar: pembangunan dan perluasan jaringan listrik secara masif di 96 titik lokasi di Sulawesi Utara, yang dibagi dalam dua tahap besar. Pertama, pembangunan jaringan di 82 lokasi pada Tahap I, dilanjutkan dengan 14 lokasi lagi pada Tahap II.
Langkah ini menjadi bukti nyata peta jalan pemerintah pusat dan daerah untuk menghapus ketertinggalan dan memastikan hak energi yang sama bagi seluruh warga Sulut, tanpa terkecuali.
Solusi Cerdas untuk Wilayah Terisolasi: PLTS Hadir di 3 Pulau
Yang paling istimewa dari strategi Gubernur Yulius Selvanus adalah perhatian khususnya bagi daerah yang sulit dijangkau secara geografis. Tidak mau menunggu lama atau terhalang kendala medan, Pemprov Sulut bersama PLN memutuskan solusi paling tepat dan modern: membangun 3 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri di wilayah kepulauan. Tiga lokasi prioritas tersebut adalah Desa Beeng Darat, Desa Kahakitang, dan Desa Para.
Langkah inovatif ini memastikan masyarakat di pulau-pulau tersebut tidak perlu lagi menunggu bentangan kabel panjang dari daratan utama, tetapi bisa segera menikmati terangnya cahaya listrik yang bersumber dari energi matahari di tempat mereka berada.
“Kehadiran listrik bukan sekadar penerangan malam hari, itu adalah jantung keadilan sosial dan motor penggerak ekonomi. Kita tidak boleh membiarkan warga Sulut, apalagi yang tinggal di terluar dan terpencil, tetap dalam kegelapan dan tertinggal kemajuan. Listrik adalah hak mereka, dan tugas kami mewujudkannya,” tegas Gubernur Yulius dengan nada penuh tekad.
Jaminan Penuh: Birokrasi Dipercepat, Alat Berat Dikerahkan!
Menyadari tantangan medan dan proses administrasi yang sering kali menjadi penghambat, Gubernur memberikan jaminan dukungan total kepada PLN. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi akan mengawal langsung setiap tahapan di lapangan.
Pemprov Sulut berkomitmen melakukan akselerasi birokrasi untuk memangkas waktu perizinan. Selain itu, pemerintah daerah akan memfasilitasi hingga tuntas penyelesaian izin Right of Way (ROW) atau pembebasan jalur jaringan agar konstruksi berjalan mulus tanpa hambatan sosial. Dukungan ini juga mencakup kemudahan proses hibah lahan untuk pembangunan PLTS.
Bahkan, untuk lokasi dengan tingkat kesulitan medan ekstrem, Pemprov Sulut siap mengerahkan bantuan alat berat serta memfasilitasi akses jalan dan jembatan agar material bisa masuk dan pekerjaan selesai tepat waktu sesuai target.
Gubernur Yulius Selvanus sangat optimistis, sinergi kuat ini akan menjadi lompatan besar menuju elektrifikasi 100 persen di Bumi Nyiur Melambai. Pembangunan infrastruktur listrik ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak: anak-anak bisa belajar dengan terang, pelaku UMKM bisa mengembangkan usaha, dan roda ekonomi desa-desa mulai berputar kencang.
“Lewat Program Lisdes 2026 ini, pembangunan berkeadilan bukan lagi semboyan, tapi realitas nyata. Kami bekerja agar terang listrik sampai ke pelosok terdalam Sulawesi Utara,” pungkas Gubernur, didampingi Sekretaris Daerah Tahlis Gallang, para Asisten Sekda, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut.(roma)






