Wednesday, August 12, 2026

Inggris dan Prancis Panggil 20 Negara di Northwood, Rencanakan Misi Militer Bersama Buka Selat Hormuz

London, KomentarNews – Inggris dan Prancis akan mengadakan pertemuan para perencana militer dari lebih 20 negara pekan ini untuk mengembangkan strategi terkoordinasi guna membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital untuk pelayaran global. Konferensi dua hari yang dimulai pada Rabu (22/4/2026) akan diadakan di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London Utara.

Pembicaraan tersebut bertujuan untuk menerjemahkan kesepakatan diplomatik baru-baru ini menjadi rencana militer konkret yang dapat diimplementasikan setelah kondisi memungkinkan, menyusul gencatan senjata yang berkelanjutan, menurut pernyataan resmi.

Para perencana militer diharapkan untuk fokus pada kemampuan militer, komando dan kendali, serta bagaimana pasukan militer dapat dikerahkan ke wilayah Teluk. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan diplomatik yang melibatkan berbagai negara untuk mengamankan jalur perdagangan vital yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Pada 2 Maret 2026, Teheran mengumumkan pembatasan navigasi di selat tersebut, beberapa hari setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11-12 April setelah menengahi gencatan senjata 14 hari pada 8 April, yang seharusnya berakhir pada Rabu malam waktu Washington.

Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (21/4) bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu kepada Teheran mempersiapkan “proposal terpadu” setelah permintaan dari pejabat Pakistan. Upaya untuk putaran negosiasi berikutnya sedang berlangsung, meskipun ketidakpastian masih tetap ada.

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa pertemuan ini menunjukkan keseriusan aliansi barat dalam menjaga stabilitas global. “Selat Hormuz adalah urat nadi ekonomi dunia. Kami tidak bisa membiarkannya dikuasai oleh satu pihak. Inggris bersama Prancis dan sekutu akan memastikan jalur ini aman,” ujar Healey.

Sementara itu, Menteri Angkatan Darat Prancis, Alice Rufo, menegaskan bahwa misi ini bersifat defensif. “Kami tidak sedang merencanakan perang. Kami merencanakan keamanan. Misi ini akan dijalankan setelah ada gencatan senjata yang stabil dan hanya untuk melindungi kebebasan navigasi,” ujar Rufo.

(*Reuters/ *ANT)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

PLT SEKRETARIS DPRD MINAHASA RESMI TERSANGKA! DUGAAN KORUPSI PROYEK...

TONDANO – Kejaksaan Negeri Minahasa resmi menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan korupsi proyek pemeliharaan dan rehabilitasi...

“JANJI MANIS TAK CUKUP!” SERIKAT PEKERJA PLN BAKAL BAWA...

MANADO – Suara tegas Serikat Pekerja DPD PT PLN UID Suluttenggo mengguncang kompleks perkantoran setempat. Ratusan pekerja...

Trump Umumkan Blokade Iran di Selat Hormuz dan Pungutan...

Washington DC, Komentarnews – Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang lebih berbahaya. Presiden...
Advertisement

More

Recomended