SITARO, KOMENTAR NEWS Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Tagulandang di Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (SITARO), kembali menorehkan capaian positif melalui keberhasilan pengembangan program ketahanan pangan yang diwujudkan dengan panen pare, Senin (27/7/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi dan komitmen jajaran Lapas Kelas III Tagulandang dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia melalui pengelolaan lahan produktif secara mandiri, berkelanjutan, dan bernilai manfaat.
Capaian panen pare ini melanjutkan keberhasilan sebelumnya melalui panen kangkung cabut.
Rangkaian keberhasilan tersebut mencerminkan keseriusan Lapas Kelas III Tagulandang dalam menghadirkan program produktif yang tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas III Tagulandang, Muhammad Basri, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil dari sinergi, dedikasi, serta semangat kolaboratif seluruh jajaran dalam mengembangkan potensi yang dimiliki satuan kerja.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran yang memiliki komitmen untuk mengoptimalkan setiap potensi yang tersedia. Program ketahanan pangan ini kami kelola secara mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Hasil yang diperoleh diharapkan mampu memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan dapur Lapas sekaligus mendukung efisiensi operasional,” ujar Muhammad Basri.
Menurutnya, program ketahanan pangan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar menghasilkan produk pertanian.
Program ini menjadi wadah pembentukan budaya kerja yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.
“Bagi kami, ketahanan pangan bukan hanya berbicara mengenai hasil produksi, tetapi juga tentang bagaimana membangun karakter organisasi yang memiliki semangat kemandirian, kreativitas, dan inovasi. Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan oleh institusi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kecamatan Tagulandang atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan dalam pemanfaatan lahan untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Tagulandang, khususnya Bapak Camat, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Lapas Kelas III Tagulandang dalam mengelola lahan ini. Kolaborasi yang terbangun menjadi fondasi penting dalam keberhasilan program yang kami jalankan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sinergi antara Lapas Kelas III Tagulandang dan Pemerintah Kecamatan Tagulandang menjadi representasi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan program yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif.
Ke depan, sambung dia, Lapas Kelas III Tagulandang berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui inovasi, optimalisasi sumber daya, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kami akan terus menjaga keberlanjutan program ini dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Lapas Kelas III Tagulandang berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata,” kuncinya.
Diketahui, pelaksanaan program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui penguatan ketahanan pangan nasional. (gustap)