SITARO, KOMENTAR NEWS Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Pulau Tagulandang, Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (SITARO), nampaknya mulai terbatas.
Kondisi ini mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama mobilitas warga dan kegiatan nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional melaut.
Kabarnya, situasi sulit ini terjadi akibat terganggunya proses distribusi menuju wilayah kepulauan.
Diketahui, penyaluran BBM subsidi di Tagulandang dilakukan oleh PT Karya Maranata Abadi selaku Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS).
Pihak APMS menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi, termasuk pembayaran BBM kepada Pertamina, telah diselesaikan sejak Juli lalu.
Oleh karena itu, pihak perusahaan menyebutkan jika keterlambatan pasokan bukan disebabkan oleh kendala administrasi, melainkan lebih berkaitan dengan proses pengiriman BBM dari Pertamina Bitung menuju Tagulandang.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Jelin Langitan, SH, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya distribusi BBM ke wilayah kepulauan.
“Wilayah kepulauan sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Berdasarkan hasil koordinasi kami, hal tersebut yang menjadi penyebab keterlambatan distribusi,” ujar Jelin.
Ia menambahkan, apabila tidak terdapat hambatan akibat kondisi cuaca, kapal pengangkut BBM dijadwalkan tiba di Tagulandang pada 6 Agustus.
Ia juga menyebutkan kemungkinan dilakukan dua kali penyaluran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mengingat kuota BBM bulan Juli sebelumnya belum terdistribusi.
“Kemungkinan akan ada dua kali penyaluran, mengingat jatah bulan Juli kemarin yang tidak terdistribusi. Sama-sama kita berdoa semoga situasi ini bisa segera teratasi, termasuk juga cuaca dapat segera membaik,” pungkasnya. (gus)





