MANADO – Di balik prestasi dan kewibawaan Prof dr. Stary Rampengan memimpin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. R.D. Kandou sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara, tersimpan ancaman serius yang justru datang dari lingkaran terdekatnya. Pihak yang seharusnya menjadi tameng dan tangan kanan manajemen, ternyata berpotensi menjadi sumber kehancuran.
Sinyal bahaya ini menguat menyusul maraknya kebocoran data strategis dan informasi internal yang seharusnya menjadi ranah tertutup manajemen, namun malah tersebar luas ke publik. Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, akar masalahnya bukan dari luar, melainkan dari dalam istana sendiri.
Salah satu orang kepercayaan utama Dirut Stary Rampengan yang berinisial C, disebut memiliki watak bermuka dua yang sangat berbahaya. Diduga satu sisi ia berposisi sebagai pendukung setia yang menikmati kepercayaan penuh pimpinan, namun di sisi lain memanfaatkan kebaikan dan peluang itu untuk mengatur orang-orang kompeten di lingkungan RS Kandou sesuai keinginannya.
Pola permainannya sangat mencurigakan: jika keinginan atau kepentingannya tidak terpenuhi, ia berbalik arah dengan cara yang licik. Data-data valid yang bersifat rahasia dan bukan kewenangannya, dengan sengaja dibocorkan ke pihak luar. Informasi berharga itu kemudian “digoreng” oleh kalangan tertentu hingga menjadi isu panas yang merusak citra dan kredibilitas Prof Stary Rampengan di mata masyarakat.
Ironisnya, situasi justru berbalik saat pemberitaan negatif sudah memuncak dan memanas. Sosok C ini tiba-tiba berusaha tampil layaknya “pahlawan” yang berusaha meredam masalah, seolah ingin terlihat paling berjasa menyelamatkan pimpinan dari badai yang sebenarnya ia ciptakan sendiri.
Kondisi ini tentu menjadi peringatan keras bagi Dirut RS Kandou. Kepercayaan yang diberikan ternyata disalahgunakan sebagai alat dagang pengaruh sekaligus senjata melawan pimpinan sendiri. Data yang bocor bukan sekadar informasi, melainkan aset vital yang kerap dimanipulasi untuk kepentingan pribadi dan menjatuhkan wibawa pimpinan.
Saat ini banyak pihak berharap, Prof Stary Rampengan segera meninjau ulang lingkaran kepercayaannya.
Sementara itu, Bendahara Organisasi Adat Manguni Indonesia (MI) Viktor Piri menegaskan, akan mengawal Dirut RS Kandou Prof dr. Stary Rampengan dari kalangan penghianat di dalam rumah sakit.
Bahkan akan memantau pergerakan kalangan orang dekat yang selama ini menjadi duri bagi Dirut Stary Rampengan, kendati sudah berbuat baik terhadap lingkaran orang-orang dekatnya tersebut. (***)





