Uiwang, Komentarnews – Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah apartemen di Uiwang, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, pada Kamis (30/4/2026) pagi, menewaskan sepasang suami istri lanjut usia. Polisi yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian menemukan sebuah catatan diduga berisi ungkapan kesulitan ekonomi yang ditinggalkan oleh sang suami .
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat di sebuah unit di lantai 14 gedung apartemen setinggi 20 lantai di kawasan Naeson-dong . Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian, pukul 12.35, setelah mengerahkan puluhan unit pemadam kebakaran dan lebih dari 110 personel .
Korban jiwa adalah pasangan suami istri penghuni unit tempat api pertama kali muncul. Seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas setelah jatuh dari bangunan apartemen, sementara istrinya yang berusia 50-an ditemukan meninggal di dalam unit mereka .
Awalnya, pihak berwenang menduga sang suami tewas karena terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Namun, laporan darurat pertama yang masuk justru melaporkan adanya “kebakaran di lantai atas dan seseorang yang jatuh”, sehingga timbul kecurigaan bahwa peristiwa jatuhnya korban terjadi pada saat atau sebelum api mulai membesar .
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah catatan yang diduga ditulis oleh tangan sang suami. Catatan yang ditulis tangan di kertas A4 itu berisi tentang keputusasaan pribadi, termasuk mengeluhkan kesulitan ekonomi yang tengah dihadapinya . Sebanyak enam warga lainnya mengalami luka ringan akibat insiden ini, terutama karena menghirup asap, sementara 11 orang berhasil dievakuasi dengan selamat .
Penemuan pesan tersebut telah mendorong polisi untuk membuka penyelidikan lebih luas. Pihak berwenang tidak menutup kemungkinan bahwa insiden ini adalah percobaan bunuh diri atau penganiayaan diri yang disengaja, yang kemudian memicu kebakaran dan jatuhnya korban .
“Belum ada tuduhan pidana yang dikonfirmasi sebagai fakta objektif sejauh ini,” ujar pernyataan kepolisian, seraya menambahkan bahwa mereka akan menyelidiki secara pasti kronologi kejadian dengan tetap membuka semua kemungkinan melalui inspeksi tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap keluarga yang ditinggalkan .
(Yonhap, Xinhua, The Korea Herald, CNN Turk)


