MANADO – Dunia maya di Sulawesi Utara diguncang beredarnya sebuah rekaman suara yang diklaim mirip dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Tahlis Gallang. Rekaman pendek itu menyebar cepat lewat Grup Facebook Sulut Viral Kawanua, berisi kalimat yang memancing keraguan: “Gubernur pasti dengar pa kita, mar jangan lupa berbage hasil kamari.”
Konten tersebut langsung memicu beragam reaksi dan spekulasi negatif, seolah-olah mengarah pada dugaan transaksi tidak wajar atau ajakan berbagi keuntungan yang tidak pantas. Namun, tanggapan tegas dan cepat segera muncul untuk meluruskan kekacauan ini.
Aktivis Sulut yang dikenal tajam, Calvin Castro, langsung angkat bicara dan menegaskan tanpa ragu bahwa rekaman tersebut adalah berita bohong atau hoax yang sengaja direkayasa dalam program AI.
“Saya mengenal sangat dekat sosok Tahlis Gallang. Rekaman yang beredar ini jelas rekayasa jahat dengan mengunakan program AI, buatan orang yang berniat buruk. Tujuannya satu: sengaja merusak nama baik Sekprov di mata Gubernur maupun masyarakat luas,” tegas Calvin Castro dengan nada meyakinkan.
Ia tidak tinggal diam melihat citra pejabat tinggi pemprov dicemarkan begitu saja. Calvin mengaku sedang bergerak aktif untuk menelusuri jejak siapa sebenarnya otak di balik penyebaran rekaman palsu ini. Segala langkah hukum dan verifikasi akan dilakukan guna membongkar dalang yang berniat menjatuhkan kredibilitas aparatur sipil negara yang berintegritas.
“Ini bukan sekadar isu biasa, melainkan upaya terencana menjatuhkan orang jujur. Kami pastikan tidak akan membiarkan fitnah ini berkembang biak. Itu murni HOAX!” tandasnya.
Pernyataan ini menjadi penyangkalan keras sekaligus peringatan bagi pihak-pihak yang gemar memanipulasi informasi demi kepentingan kotor, bahwa rekayasa tidak akan menang melawan kebenaran dan hukum.(Roma)





