MANADO, KOMENTARNEWS – Tim Resmob Polda Sulawesi Utara berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan tiga warga yang diduga kuat menjadi calon korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan tujuan negara Kamboja. Aksi penyelamatan dramatis ini berlangsung di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada Selasa (10/2/2026) .
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengungkapkan, penggagalan ini merupakan hasil pengembangan cepat dari laporan masyarakat mengenai adanya rencana keberangkatan mencurigakan .
“Begitu menerima informasi, Tim Resmob Polda Sulut segera berkoordinasi dengan pihak otoritas Bandara dan Polsek Bandara. Berkat kesigapan petugas, keberangkatan ketiga orang tersebut berhasil digagalkan tepat waktu guna mencegah terjadinya tindak pidana human trafficking,” ujar Kombes Pol Alamsyah .
Tim di lapangan bergerak setelah mendeteksi adanya dua orang perempuan dan satu laki-laki yang dijadwalkan terbang menuju Jakarta sebagai transit, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Kamboja . Ketiga calon korban diketahui menggunakan visa wisata untuk mengelabui petugas, padahal tujuan utamanya adalah bekerja secara ilegal di sektor yang diduga kuat terkait industri penipuan daring (online scam) .
Wakatim Resmob Polda Sulut, Ipda Andros Geraldo Hiinur, membenarkan bahwa ketiga warga tersebut akan diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja di sektor judi online .
“Dari hasil interogasi awal, sudah jelas mereka ke sana untuk bekerja di sektor judi online,” ujar Andros .
Ketiga warga yang berhasil diamankan tersebut diketahui berasal dari wilayah Bitung, yakni CM (34), IL (30), dan KP (30) . Saat ini, mereka telah diamankan dan diserahkan ke Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sulut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) .
Kombes Pol Alamsyah menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan berhenti pada penyelamatan korban saja. Tim Resmob akan memburu aktor intelektual di balik upaya pengiriman tenaga kerja ilegal ini .
“Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan pendalaman terhadap keterangan para korban untuk mengungkap siapa pihak yang merekrut dan memfasilitasi keberangkatan mereka. Kami akan mengumpulkan alat bukti tambahan guna mengungkap jaringan trafficking ini secara tuntas,” tegas Kabid Humas .
Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji besar namun melalui prosedur yang tidak resmi atau mencurigakan .
“Kami mengimbau masyarakat agar jangan terlalu tergiur kerja di Kamboja. Risiko di sana besar, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan scamming dan tindakan ilegal lainnya,” pungkas Ipda Andros .
Upaya penggagalan ini menjadi bagian dari komitmen aparat kepolisian dalam memberantas jaringan TPPO yang marak menargetkan warga Indonesia untuk dikirim ke negara-negara Asia Tenggara, terutama Kamboja dan Myanmar, untuk dipekerjakan secara paksa dalam industri penipuan daring .
(*)
