Washington D.C. KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan ketegangannya dengan media dalam sebuah sesi tanya jawab singkat (gaggle) bersama wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (15/3/2026). Dalam perjalanan menuju Joint Base Andrews, Maryland, Trump terlibat dalam interaksi yang memanas dengan jurnalis ABC News, Mariam Khan, dan mengabaikan pertanyaan mengenai enam prajurit AS yang tewas .
Ketegangan dimulai ketika Khan bertanya tentang etika penggunaan foto Trump menghadiri upacara pemulangan jenazah (dignified transfer) prajurit yang tewas. Foto tersebut digunakan dalam email penggalangan dana oleh komite aksi politik (PAC) milik Trump, Never Surrender PAC .
Ketika ditanya apakah penggunaan gambar tersebut pantas, Trump menjawab, “Ya, saya rasa begitu.” Namun, ia kemudian menjauhkan diri dengan mengatakan, “Saya tidak melihatnya. Maksud saya, seseorang mengirimkannya. Banyak orang yang bekerja untuk kami” .
Setelah Khan memperkenalkan diri sebagai reporter ABC News, Trump langsung melancarkan serangan verbal terhadap jaringannya. “ABC, saya pikir ini mungkin organisasi berita paling korup di planet ini. Saya pikir mereka mengerikan,” ujar Trump .
Ketika Khan mencoba mengajukan pertanyaan lanjutan tentang pengiriman 5.000 personel marinir ke Timur Tengah, Trump merespons dengan nada meremehkan. Ia mendesis “Shhhhhh” dan menambahkan, “Kau orang yang sangat menyebalkan” .
Di akhir sesi, Khan kembali bertanya, “Apakah Anda punya komentar mengenai enam prajurit yang gugur?” Pertanyaan itu merujuk pada enam personel Angkatan Udara yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Irak barat pada 12 Maret lalu .
Trump mengabaikan pertanyaan tersebut dengan lambaian tangan, lalu menoleh ke wartawan lain sambil berkata, “Silakan. Siapa lagi?” .
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai keterlibatan AS di Timur Tengah. Saat mendesak negara-negara lain untuk mengirim kapal membantu mengamankan Selat Hormuz, ia berkata, “Kita bisa berargumen bahwa mungkin kita seharusnya tidak perlu berada di sana sama sekali karena kita tidak membutuhkannya” .
“Kita punya banyak minyak. Kita adalah produsen nomor satu di dunia, dua kali lipat dari siapapun,” lanjut Trump. “Kita melakukannya hampir karena kebiasaan, tapi kita juga melakukannya untuk beberapa sekutu yang sangat baik di Timur Tengah” .
Trump juga menyinggung tentang Kuba dalam sesi tanya jawab tersebut. Ia menyebut Kuba sebagai “negara gagal” dan mengindikasikan bahwa sesuatu akan segera terjadi terkait hubungan AS dengan pulau tersebut.
“Mereka sudah menunggu 50 tahun untuk mendengar cerita tentang Kuba ini,” kata Trump, merujuk pada komunitas eksil Kuba di Florida yang menjadi basis pendukungnya .
Hingga konflik Iran-AS memasuki pekan ketiga, setidaknya 13 personel militer AS dilaporkan tewas . Keluarga salah satu korban, Teknisi Sersan Tyler Simmons, menyatakan kepada media bahwa kematian tragis ini seharusnya bisa dihindari .
(*The Independent/ *The Daily Beast/ *NBC News/ *Reuters)
