New York, Komentarnews – Kia, pabrikan otomotif asal Korea Selatan, mengumumkan akan mulai menjual kendaraan listrik (EV) dengan harga lebih terjangkau di pasar Amerika Serikat pada akhir tahun 2026. Langkah ini diambil di tengah upaya para produsen untuk membangkitkan kembali permintaan kendaraan listrik yang sempat lesu.
Dalam ajang New York Auto Show, Rabu (1/4/2026), Kia secara resmi memperkenalkan model EV3 yang akan menjadi lini terbaru dalam jajaran kendaraan listriknya untuk pasar AS.
Peluncuran ini terjadi saat industri otomotif menghadapi tantangan di pasar kendaraan listrik AS setelah Kongres mencabut kredit pajak sebesar 7.500 dolar AS (sekitar Rp124 juta) tahun lalu. Namun, melonjaknya harga bensin dalam beberapa pekan terakhir akibat konflik di Timur Tengah disebut telah memicu minat baru masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Kami melihat adanya pergeseran sentimen konsumen seiring dengan kenaikan harga bahan bakar. EV3 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan teknologi dan jangkauan berkendara,” demikian pernyataan Kia dalam rilisnya.
Kia belum mengungkapkan harga pasti EV3 untuk pasar AS, namun model ini diposisikan sebagai kendaraan listrik entry-level yang lebih murah dibandingkan Kia EV6 dan EV9 yang telah lebih dulu beredar. Di pasar global, EV3 dikenal sebagai SUV listrik kompak dengan jangkauan berkendara hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Langkah Kia ini sejalan dengan strategi produsen otomotif global yang mulai menggeser fokus ke kendaraan listrik yang lebih terjangkau di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk dari produsen China yang menawarkan harga kompetitif.
(*Reuters)

