Washington, KomentarNews – Kabinet Israel menggelar pertemuan khusus Kamis (16/4/2026) untuk membahas kemungkinan gencatan senjata dengan Lebanon setelah lebih dari enam minggu konflik dengan Hizbullah. Seorang pejabat senior Israel menyatakan optimisme tinggi bahwa pengumuman kesepakatan bisa segera diumumkan, menurut laporan Reuters.
Perundingan ini berlangsung setelah utusan Israel dan Lebanon berdiskusi dua jam di Washington pada Selasa (14/4), yang dimediasi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. “Pertemuan ini menjadi titik awal signifikan bagi hubungan kedua negara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kesiapan untuk negosiasi langsung dengan Lebanon demi “perdamaian berkelanjutan”, meski tetap menolak gencatan senjata dengan Hizbullah. “Kami menolak gencatan senjata Hizbullah yang terus menyerang Israel,” tegas Duta Besar Israel Yiel Le dalam pernyataannya.
Pakistan turut berperan sebagai mediator utama, dengan Kepala Militer Asim Munir tiba di Teheran untuk menjembatani perbedaan. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut prospek kesepakatan “terlihat positif dan berkelanjutan”.
reuters / kompas / *cnnindonesia

