Sulut, KOMENTAR-NEWS.COM – Gaya kepemimpinan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus yang cenderung kerja nyata tampaknya berdampak pada kurang adanya pemahaman publik.
” Besar kemungkinan minimnya Sosialisasi dari Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara terkait proyek-proyek, menyebabkan kurangnya pemahaman publik terhadap progres yang sedang berjalan,” kata Ketua Armak Sulut, Calvin Castro.
Menurut Calvin, komitmen Yulius Selvanus dalam membenahi fasilitas publik di Sulawesi Utara mulai menunjukkan arah nyata, meski prosesnya tidak instan seperti yang kerap dibayangkan publik.
Pada tahap awal, sekitar Agustus 2025, Gubernur Yulius melakukan kunjungan langsung ke Kolam Renang Sario, salah satu fasilitas legendaris di Manado yang telah puluhan tahun terbengkalai.
Dua bulan berselang, tepatnya Oktober 2025, ia bahkan mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan awal menggunakan dana pribadi
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa revitalisasi kolam tersebut bukan sekadar janji. Apalagi, Gubernur juga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa proyek besar yang menggunakan anggaran negara memang tidak bisa diselesaikan secara instan.
“Ini bukan soal janji hari ini, lalu besok langsung selesai. Ada proses panjang yang harus dilalui,” ujar Castro.
Ia menjelaskan, tahapan seperti penganggaran, proses tender, hingga pelaksanaan proyek membutuhkan ketelitian dan eksekusi yang matang agar hasilnya maksimal dan tepat sasaran.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,9 miliar untuk rehabilitasi Kolam Renang Rano Wangun Sario di Manado.
Selain itu, perbaikan Lapangan KONI juga turut dianggarkan sebesar Rp8,4 miliar.
“Jadi ini bukan janji manis. Sudah ada anggaran, tinggal menunggu proses tender,” tegas Castro.
Castro juga mengingatkan bahwa sejak tahun sebelumnya, saat dirinya mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Manado,
Ia kerap menyampaikan di berbagai kesempatan bahwa sosok Yulius Selvanus layak disematkan sebagai “Bapak Olahraga” Sulawesi Utara, mengingat geliat olahraga di daerah tersebut mulai kembali hidup. (RK)


