Manado, KOMENTAR-NEWS.COM –
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si menyampaikan bahwa kondisi perekonomian daerah hingga triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja yang solid, resilien, dan berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik dan didukung oleh Bank Indonesia, perekonomian Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,66 persen (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen. Bahkan, pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,95 persen secara tahunan dan 7,02 persen secara kuartalan, didorong oleh peningkatan signifikan belanja pemerintah, serta aktivitas sektor riil.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp204,75 triliun, dengan PDRB per kapita meningkat menjadi Rp75,24 juta per tahun. Hal ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Hingga akhir Triwulan I 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Utara telah mencapai Rp421,97 miliar kepada 4.352 debitur. Sementara itu, penyaluran Ultra Mikro (UMi) tercatat sebesar Rp30,72 miliar kepada 5.621 debitur. Akses pembiayaan ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong sektor riil dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Dari sisi sektor unggulan, industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,97 persen, diikuti sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 20,67 persen, serta jasa lainnya yang mengalami lonjakan signifikan secara kuartalan. Kinerja ekspor juga menunjukkan capaian luar biasa dengan nilai mencapai USD 1,23 miliar atau meningkat 48,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didominasi oleh komoditas perikanan dan produk olahan berbasis sumber daya lokal.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital juga menunjukkan kemajuan pesat. Transaksi berbasis QRIS pada triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai Rp1,86 triliun dengan jumlah merchant lebih dari 373 ribu. Selain itu, sektor ekonomi kreatif mengalami lompatan signifikan dengan peningkatan nilai tambah lebih dari 1.400 persen, menjadikannya salah satu motor pertumbuhan baru di daerah.
Dari aspek kesejahteraan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,78 persen, angka kemiskinan turun menjadi 6,62 persen, dan ketimpangan ekonomi juga semakin mengecil dengan rasio Gini sebesar 0,341. Namun demikian, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi perhatian, khususnya tingkat kemiskinan di perdesaan yang relatif lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bapak Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE dan Wagub Bapak DR. J. Victor Mailangkay SH MH juga mencermati dinamika inflasi yang sempat meningkat pada Februari 2026 hingga 4,64 persen secara tahunan, terutama dipicu oleh gangguan pasokan pangan dan kenaikan harga global. Meskipun demikian, inflasi pada Maret 2026 berhasil ditekan menjadi 2,20 persen, menunjukkan efektivitas langkah pengendalian yang telah dilakukan.
Jemmy Ringkuangan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ekonomi Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan terus bertumbuh. Kita tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika global, tetapi juga menunjukkan ekspansi yang sehat. Namun demikian, kita tidak boleh lengah, khususnya terhadap tekanan inflasi dan kesenjangan wilayah,” ujarnya.
Lebih lanjut, JR—sapaan akrab Asisten 2—dengan tegas menyatakan bahwa ke depan, Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan distribusi pangan, mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal, memperluas konektivitas regional, nasional dan internasional, serta mengakselerasi pengembangan ekonomi biru dan ekonomi kreatif.
Menurut JR, dengan fundamental ekonomi yang kuat, diversifikasi sektor unggulan, serta dukungan transformasi digital, Sulawesi Utara diyakini memiliki prospek yang cerah untuk terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
“Ekonomi Sulut Tangguh, Inflasi Tetap Terkendali, dan Pertumbuhan Berlanjut.”
Karena itu Jemmy Ringkuangan mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, karena kerja bersama dan bekerja bersama adalah cara cerdas dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung perekonomian Indonesia.
(rom)


