MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM – Peringatan Hari Buruh di Sulawesi Utara tahun ini diwarnai gelombang tuntutan keras dari kalangan pekerja. Isu mafia solar dan tingginya harga beras menjadi dua sorotan utama yang dinilai semakin menekan kehidupan masyarakat, khususnya buruh dan sopir angkutan.
Ketua KSPSI PPMI AGM Minahasa Utara, William Luntungan, menegaskan bahwa praktik mafia solar hingga kini masih marak terjadi dan berdampak langsung pada distribusi serta harga bahan bakar di lapangan. Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas.
“Ini bukan sekadar isu, tapi realita yang dirasakan masyarakat setiap hari. Mafia solar harus ditangkap karena mereka merusak sistem distribusi dan membuat rakyat kecil semakin susah,” tegas Luntungan.
Selain itu, ia juga menyoroti lonjakan harga beras yang dinilai semakin memberatkan beban ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut.
“Buruh bekerja keras setiap hari, tapi kalau harga beras terus naik, maka kesejahteraan itu hanya jadi slogan. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Luntungan memastikan pihaknya bersama aliansi sopir dump truck akan kembali turun ke jalan dalam waktu dekat. Ia menilai sopir dump truck menjadi salah satu kelompok paling terdampak akibat praktik mafia solar, karena ketergantungan mereka terhadap bahan bakar dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Aksi buruh sebelumnya diketahui melibatkan berbagai elemen pekerja di Sulawesi Utara. Massa bergerak dari kawasan Marina Plaza menuju Zero Point, kemudian singgah di Pertamina untuk melakukan orasi, sebelum akhirnya berkumpul di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB).
Dalam momen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama unsur Muspida sempat menemui massa aksi. Namun demikian, tuntutan buruh dinilai belum sepenuhnya terjawab.
Luntungan menegaskan, jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, sebagai ketua Aliansi Dump truck William Luntungan akan melakukan gelombang aksi lanjutan akan kembali digelar dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kita pastikan bahwa Aliansi Dump Truck dalam waktu dekat ini akan turun melakukan aksi terkait praktik praktik mafia solar yang masih merajalela,” pungkas Luntungan.



