Wednesday, September 16, 2026

Upaya Banding Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Ditolak, Hukuman Seumur Hidup Tetap Berlaku

Wellington, KomentarNews – Pengadilan Banding Selandia Baru menolak upaya pelaku penembakan dua masjid di Christchurch, Brenton Tarrant, untuk mengajukan banding atas vonis dan dakwaan yang dijatuhkan terkait aksi teror yang menewaskan 51 jamaah pada 2019. Panel tiga hakim menyatakan permohonan banding pria asal Australia itu “sepenuhnya tidak memiliki dasar” dan menegaskan bahwa fakta-fakta terkait kejahatannya “tidak terbantahkan”.

Tarrant berusaha mencabut pengakuan bersalah (guilty plea) yang ia sampaikan pada 2020, dengan dalih bahwa kondisi penahanannya – termasuk isolasi, pengawasan ketat, dan keterbatasan akses – membuatnya tidak dalam keadaan cakap untuk mengambil keputusan saat itu. Namun pengadilan menolak argumen tersebut, menyatakan bahwa Tarrant secara sadar menerima ringkasan fakta yang disodorkan polisi dan hakim ketika dijatuhi hukuman, dan bahwa bukti terhadap dirinya sangat kuat, termasuk rekaman video serangan yang ia siarkan sendiri dan manifesto yang ia unggah dengan menggunakan nama asli.

Majelis hakim juga mencatat bahwa permohonan banding Tarrant diajukan 505 hari setelah batas waktu hukum, sehingga sudah sangat terlambat. Ia sempat berupaya menarik kembali permohonannya di tengah proses, tetapi pengadilan menolak, dengan alasan bahwa hak untuk mencabut permohonan gugur setelah persidangan banding dimulai.

Dengan putusan ini, Tarrant tetap menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat (parole) yang dijatuhkan pada 2020, hukuman paling berat yang pernah dijatuhkan dalam sejarah hukum modern Selandia Baru. Pengadilan mengizinkannya menarik banding terkait lamanya hukuman, tetapi menegaskan bahwa upaya menggoyahkan dasar vonis dan dakwaan tidak dapat diterima.

Bagi keluarga korban dan penyintas, kegagalan upaya banding ini dipandang sebagai penutup penting dari rangkaian proses hukum yang melelahkan sejak aksi teror pada Maret 2019. Banyak di antara mereka sebelumnya menyatakan kekhawatiran bahwa sidang banding akan kembali memberi ruang bagi Tarrant untuk menyebarkan pandangan kebencian dan supremasi kulit putihnya di ruang publik.

(Reuters/ABC News/AP)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Terkait Maraknya Dugaan Penyelewengan Penyaluran BBM Bersubsidi di SITARO,...

SITARO, KOMENTAR NEWS Bukan rahasia lagi jika praktek penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kepulauan...

Penyelewengan BBM Subsidi di Tagulandang Terjadi di Depan Mata,...

SITARO, KOMENTAR NEWS Krisis BBM di pulau Tagulandang, nampaknya masih potensi berlanjut, pasalnya apa yang jadi persoalan...

PLT SEKRETARIS DPRD MINAHASA RESMI TERSANGKA! DUGAAN KORUPSI PROYEK...

TONDANO – Kejaksaan Negeri Minahasa resmi menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan korupsi proyek pemeliharaan dan rehabilitasi...
Advertisement

More

Recomended