Monday, May 11, 2026

Menteri HAM Natalius Pigai: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial, Butuh Keputusan Politik Nasional

Jakarta, KomentarNews – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Papua membutuhkan keputusan politik tingkat nasional serta pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai komponen bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Pigai menanggapi laporan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang mencatat 97 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata di Papua sepanjang 2025, serta 26 kasus tambahan hingga April 2026 .

Pigai mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan baik domestik maupun internasional, menunjukkan adanya peningkatan eskalasi kekerasan di Papua.

“Dalam hampir sebulan saja, tidak kurang dari 20 orang meninggal dalam lima peristiwa yakni Dogiyai, Yahukimo, Puncak Papua, Timika dan Tembagapura,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/5/2026) .

Menurut Pigai, perkembangan teknologi informasi membuat berbagai peristiwa kekerasan di Papua cepat diketahui publik dan menjadi perhatian nasional maupun internasional. Karena itu, setiap tindakan kekerasan harus dicegah agar tidak memperburuk persepsi global terhadap kondisi HAM di Indonesia .

Pigai menilai eskalasi konflik yang terus meningkat menunjukkan penyelesaian persoalan Papua tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya melalui pendekatan kasus per kasus.

Selama ini, pemerintah dan berbagai lembaga negara, termasuk Komnas HAM, lebih banyak menangani persoalan individual, sedangkan akar konflik yang lebih mendasar belum diselesaikan secara menyeluruh .

“Penyelesaian konflik Papua membutuhkan keputusan bersama yang melibatkan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, hingga tokoh-tokoh nasional,” ujarnya .

Pigai menegaskan konflik Papua merupakan persoalan strategis nasional yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu kementerian atau lembaga tertentu. Dibutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup dialog serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Kementerian HAM akan terus mendorong pendekatan penyelesaian konflik yang lebih terintegrasi, berkeadilan, dan berbasis penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan warga negara di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua, sekaligus mencari solusi damai yang mampu menjawab persoalan konflik secara mendasar dan berkelanjutan,” pungkas Pigai.

(beritasatu/tempo/komnasham*)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Berita terkait

Prabowo di KTT ASEAN: Perlindungan WNI Prioritas, ASEAN Harus Bicara Satu Suara

Cebu, Filipina, Komentarnews - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan...

Trump Prediksi Perang AS-Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Anjlok 11% ke Dua Pekan Terendah

Islamabad/Washington/Tel Aviv, KomentarNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ke-48 ASEAN, Bahas Ketahanan Energi dan Pangan

Jakarta, KomentarNews - Presiden RI Prabowo Subianto resmi bertolak...

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen 5,5-6 Persen, Tolak Gagasan Yusril Berbasis Jumlah Komisi

Jakarta, KomentarNews - PDI Perjuangan (PDIP) mulai membuka posisi...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com