Washington DC, KomentarNews – Upaya diplomatik untuk mengakhiri Perang Iran kembali menemui jalan buntu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak respons Iran terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan Washington.
Trump menyebut tawaran balik dari Teheran sebagai sesuatu yang “sangat tidak bisa diterima”. Melalui unggahan di media sosial, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap proposal yang diajukan Iran.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menggunakan metafora yang cukup gamblang untuk menggambarkan kondisi genting perundingan saat ini.
“Gencatan senjata ini berada di alat bantu hidup yang sangat besar, di mana dokter masuk dan berkata, ‘Tuan, orang yang Anda cintai memiliki peluang sekitar 1 persen untuk bertahan hidup’,” ujar Trump kepada wartawan.
Pernyataan Trump ini sekaligus mengubur harapan akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial.
Reaksi keras Trump terhadap respons Iran langsung berdampak pada pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan menyusul ketidakpastian baru di Timur Tengah.
Analis memperingatkan bahwa jika gencatan senjata benar-benar runtuh, harga minyak berpotensi menembus level tertinggi baru sejak perang pecah pada Februari 2026.
Di sisi lain, bursa saham Asia justru menunjukkan pergerakan yang tidak terduga. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026) pagi, bursa Asia kompak menguat.
Para investor disebut-sebut mengabaikan peringatan Trump terkait rencana gencatan senjata yang dinilai rapuh. Sejumlah analis menilai bahwa pasar sudah mulai terbiasa dengan ketidakpastian geopolitik dan lebih fokus pada fundamental ekonomi domestik masing-masing negara.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Namun, para pengamat meyakini bahwa Teheran akan merespons dengan sikap yang tidak kalah tegas.
Sebelumnya, Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya telah menyampaikan bahwa proposal AS masih memiliki sejumlah kelemahan dan perlu dilakukan negosiasi lebih lanjut.
Dengan situasi yang semakin memanas, para diplomat dari berbagai negara terus berupaya menjadi penengah. Namun, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat dinilai semakin tipis.
“Doktor sudah masuk, dan prognosisnya tidak baik,” demikian Trump mengakhiri pernyataannya, menggambarkan kondisi gencatan senjata yang kini di ambang kehancuran.
(ap/reuters/theguardian)



