Friday, August 28, 2026

BCW Soroti Transparansi Cukai Rokok, Akan Uji Data Produksi sampai Penerimaan Negara

JAKARTA — Rantai dari “berapa batang dibuat” sampai “berapa rupiah benar‑benar masuk kas negara” bakal dibedah satu‑satu. Bea Cukai Watch (BCW) meluncurkan kajian menyeluruh guna memastikan penerimaan cukai hasil tembakau berjalan terbuka, tercatat rapi, dan dapat dipertanggung‑jawabkan sepenuhnya. Selama lima tahun ke belakang—mulai 2021 hingga 2025—semua tahapan akan saling dicocokkan.

Koordinator BCW Jimmy Endey menjelaskan, cukai hasil tembakau adalah salah satu “dompet besar” negara. Karena itu publik berhak tahu: berapa yang diproduksi sah, berapa pita cukai dipesan, dipakai, dikembalikan, dan berapa nilainya benar‑benar diterima kas negara.

“Ini menyangkut uang negara dalam jumlah besar. Publik perlu gambaran jelas: berapa diproduksi sah, berapa pita dipesan‑dicetak, disalurkan dan dipasang, sampai akhirnya berapa masuk penerimaan,” tegas Jimmy di kantor sekretariatnya, Jakarta, Kamis (27/08/2026).

Salah satu hal yang menarik perhatian: produksi sah perlahan turun—dari 334,8 miliar batang (2021) menjadi 307,8 miliar batang pada 2025, padahal uang cukai yang masuk tetap ratusan triliun tiap tahun. Jimmy menegaskan hal ini belum tentu salah—bisa karena tarif naik, jenis barang berubah, atau orang beralih ke barang lain. Tapi tetap harus ditelusuri: “kalau beli barang sah makin sedikit, ke mana semua pemakainya berpindah?”—apakah berkurang jumlahnya, beralih ke yang lebih murah… atau justru ke jalan gelap tanpa bayar cukai?

BCW tak hanya melihat angka besar—sampai ke lembar pita cukai pun akan dilacak. Mulai dari direncanakan berapa kebutuhannya, dibikin berapa lembar, simpan di mana, dikirim ke pabrik, dipasang ke barang, sisa yang belum terpakai dikembalikan sampai yang akhirnya dimusnahkan—semua harus bisa dihitung dan dicocokkan.

“Pertanyaan sederhana: setiap pita yang dicetak, ke mana akhirnya pergi? Kalau semua tercatat dan pas angkanya, masyarakat makin percaya pengawasan negara kuat,” jelas Jimmy.

Juga akan diperiksa berapa banyak kasus pita palsu, pakai ulang, salah pakai, atau barang yang sama‑sekali tak pakai pita cukai.

Pesan paling penting: BCW belum bilang “ada kebocoran”. Justru sebaliknya—ini untuk membuktikan sistem sudah berjalan pas atau menemukan celah yang perlu diperkuat. Angka yang beda belum tentu pencurian—bisa cara catat yang beda, aturan yang berubah. Semua akan dicocokkan pelan‑pelan, baru nanti tanya Bea Cukai kalau ada selisih, baru tarik kesimpulan.

“Kami bekerja: cari tahu dulu, jangan langsung menuduh. Praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi,” ucap Jimmy.

Penelitian bahkan membedah rinci—tak cuma rokok biasa, tapi pisahkan data Sigaret Kretek Mesin/Tangan, cerutu, rokok daun, tembakau iris dan jenis lain—sampai ambil cerutu jadi “contoh uji coba” supaya lebih teliti lihat seluruh alurnya.

Segera BCW akan meminta data lengkap resmi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: jumlah pabrik aktif, berapa diproduksi tiap jenis, pesanan‑pita, dipakai‑sisa‑kembali‑musnah, uang masuk negara, sampai berapa kali dan apa yang ditemukan saat razia barang gelap. Semua disusun jadi matriks data bernama “BCW Tobacco Excise Data Matrix 2021‑2025”.

Tak menutup mata telinga—pihak industri, ahli ekonomi, perguruan tinggi sampai Bea Cukai sendiri pun dipersilakan memberi masukan, data, atau pandangan lain supaya tak cuma dilihat dari satu sudut pandang.

Jimmy tutup dengan pesan: kalau sistemnya rapi dan angkanya saling pas, kajian ini malah mengukuhkan kepercayaan publik. Kalau ternyata belum pas, ketahuanlah celah yang harus diperbaiki supaya tak disalahgunakan. Intinya: “Setiap rupiah milik rakyat harus bisa dijelaskan dari mana datangnya dan jalurnya ke mana.” Kalau terbuka jelas—negara terlindung, pengusaha jujur diuntungkan, dan rakyat bisa ikut mengawasi bersama‑sama.(***)

 

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

“Pembalasan Bukan Hak Ku” – Tetap Tenang Dihujat Fitnah...

MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM — Ketika banyak pihak mungkin goyah atau teralihkan perhatiannya saat dihujani tuduhan tak berdasar, Kepala...

Dua Wajah Guru P3K SMAN 9 Manado: Diduga Gelapkan...

Manado, KOMENTAR-NEWS.COM— Rentetan dugaan penyimpangan dan perseteruan kian mencuat di Kota Manado. Sosok yang sama, NG alias...

Ungkap Penyimpangan Dana BOS Rp7,6 Miliar, Kepsek SMAN 9...

MANADO — Suasana di lingkungan SMA Negeri 9 Manado kian memanas dan sarat dinamika. Di saat kasus...
Advertisement

More

Recomended