Tuesday, May 12, 2026

Kasus Suami Dokter di Palembang: Punya Banyak KTP dan Dua Anak Usai 4 Tahun Nikah, Korban Rugi Rp1 Miliar

Palembang, KomentarNews – Bahtera rumah tangga yang dibangun seorang dokter berinisial P (37) selama empat tahun berakhir tragis di kantor polisi. Sang suami, AH, dilaporkan atas dugaan pemalsuan identitas setelah terbukti memiliki banyak KTP dan sudah beristri serta memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya.

Kebohongan AH terbongkar usai keributan rumah tangga yang terjadi pasca-Lebaran 2024. Selama empat tahun berumah tangga, P mengaku tidak pernah menaruh curiga sedikit pun.

Rahasia kelam suaminya mulai terkuak saat keduanya terlibat pertengkaran setelah momen Idulfitri lalu. P menemukan fakta mengejutkan bahwa suaminya memiliki identitas ganda.

“KTP yang diberikan kepada saya sebagai syarat untuk menikah tertulis lajang. Akan tetapi, kemarin saya temukan ada KTP lain dengan alamat yang berbeda. Ternyata dia punya banyak KTP,” ungkap P saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Palembang, Senin (4/5/2026).

P semakin terpukul setelah mengetahui bahwa suaminya bukan hanya memalsukan status di dokumen, melainkan juga telah memiliki istri dan anak sebelum mereka menikah.

“Saat menikah dengan saya, statusnya ternyata sudah punya istri dan satu anak. Hingga kini diketahui anaknya sudah dua orang. Saya merasa ditipu secara lahir dan batin selama empat tahun ini,” tegasnya.

Penyelidikan mandiri pun sempat dilakukan P dengan mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang. Hasilnya, data yang digunakan AH saat meminangnya terbukti tidak sinkron dengan data asli yang tercatat.

Tak hanya luka batin, P juga harus menelan pil pahit berupa kerugian materiil yang sangat besar. Kuasa hukum korban, Suwito, menyebutkan bahwa AH diduga telah menggadaikan sejumlah aset berharga milik istrinya tanpa izin.

“Sudah banyak ruko, mobil, dan rumah milik klien kami yang digadaikan oleh suaminya. Kerugiannya lebih kurang sekitar Rp1 miliar lebih yang menyebabkan dia sangat rugi,” jelas Suwito.

Uang hasil gadai aset diduga digunakan AH untuk kepentingan pribadi dan keluarga pertamanya, termasuk untuk membeli tanah dan mobil tanpa sepengetahuan korban.

P memutuskan untuk melaporkan suaminya, AH ke SPKT Polrestabes Palembang atas dugaan pemalsuan identitas. Laporan korban telah diterima oleh petugas dan akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.

“Laporan sudah kami terima. Dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang,” ujar Iptu Sugriwa.

(kompas/detik/tribunjatim/sripoku***)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Berita terkait

Polisi Dalami Peran Dua Santri sebagai “Juru Sedia” Korban untuk Kiai Cabul Pati

Pati, KomentarNews - Kasus dugaan pencabulan puluhan santriwati oleh...

Pemotor Halangi Ambulans di Depok Jadi Tersangka, Terancam 2,5 Tahun Penjara

Depok, KomentarNews - Viral di media sosial aksi seorang...

Polres Jayapura Buka Posko Pengaduan Korban Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, 64 Kendaraan Rusak dan Hilang

Jayapura, KomentarNews - Polres Jayapura membuka posko pelayanan pengaduan...

Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Komnas HAM Temukan 30 Kendaraan Terbakar usai Persipura Kalah

Jayapura, Komentarnews - Kerusuhan meletus di Stadion Lukas Enembe...

Bareskrim Tangkap 321 WNA Sindikat Judi Online di Kantor Hayam Wuruk, Terbanyak dari Vietnam

Jakarta, KomentarNews - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com