SITARO, KOMENTAR NEWS Krisis BBM di wilayah Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (SITARO), akhirnya terhenti seiring dengan hadirnya kapal penyalur di pelabuhan Tagulandang.
Bahkan, pantauan wartawan media ini, tanpa berlama-lama, pihak agen langsung melakukan penyaluran di bawah pengawasan langsung Polsek Tagulandang.
Kapolsek Tagulandang, Iptu Rexy Misa, yang turut turun ke lokasi mengawasi proses penyaluran, ikut membenarkan hal ini.
Ia mengatakan, kehadiran dirinya bersama sejumlah personil di lokasi guna memastikan pelayanan berjalan tertib, aman dan kondusif.
“Apalagi ini merupakan penyaluran hari pertama, potensi membludaknya antrean sangat besar, dan sudah pasti juga sangat berisiko terjadi gesekan, maka dari itu saya turunkan personil untuk berada di lokasi guna meminimalisir berbagai kemungkinan terburuk,” kata Misa, ditemui usai kegiatan pengamanan lokasi.
Selain itu, kata dia lagi, pihaknya ada di lokasi guna memastikan kegiatan penyaluran sesuai dan tepat sasaran.
“Bukan tidak mungkin ada oknum-oknum yang coba cari keuntungan pribadi dalam situasi seperti ini. Maka dari itu, kita ambil langkah guna mempersempit ruang gerak yang demikian,” ujarnya sembari mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga ketertiban selama mengantre.
“Sampai kita bubar dari lokasi kurang lebih jam lima sore tadi (Pelayanan selesai), kegiatan penyaluran berlangsung aman, tertib serta tanpa masalah,” sebutnya.
Sementara itu, terkait dengan adanya informasi mengenai aktivitas kendaraan yang membawa galon setelah pelayanan langsung berakhir, hal tersebut telah mendapat perhatian Polsek Tagulandang.
Dan untuk memastikan informasi tersebut tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru, pihak kepolisian telah meminta klarifikasi kepada agen terkait mekanisme pelayanan yang dilakukan.
“Kami sudah meminta klarifikasi kepada pihak agen. Dari penjelasan yang kami terima, pelayanan menggunakan galon dilakukan setelah pelayanan langsung kepada masyarakat selesai. Hal tersebut dilakukan agar pelayanan kepada konsumen yang datang langsung tidak terganggu,” jelasnya.
Berdasarkan klarifikasi tersebut, Kapolsek mengatakan terdapat kebutuhan masyarakat yang sebelumnya telah menunggu pelayanan, termasuk kebutuhan untuk melaut.
“Selain itu, ada upaya (dari pihak agen) untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di kampung-kampung sehingga tidak seluruh masyarakat harus datang dan mengantre di agen,” lanjutnya.
“Pastinya, kita tetap menjalankan fungsi pengawasan dan akan mengambil langkah tegas apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran. Namun, setiap informasi terlebih dahulu akan kami verifikasi berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.
Ditemui terpisah, pihak agen menjelaskan, pelayanan langsung kepada masyarakat dan pelayanan menggunakan galon dilakukan pada waktu yang berbeda.
Pengaturan tersebut dimaksudkan agar antrean dapat dilayani dengan baik tanpa terganggu aktivitas pelayanan lainnya.
“Selama jam pelayanan, prioritas kami adalah masyarakat yang datang langsung. Setelah mereka (Masyarakat yang bawa kendaraan) selesai dilayani, baru yang lain kami layani (Nelayan dan lainnya),” jelas pihak agen.
Untuk kebutuhan masyarakat di sejumlah kampung, khususnya yang jauh dari lokasi pangkalan, dibuat kebijakan khusus dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mengurangi kepadatan antrean di lokasi agen.
“Bayangkan kalau semua terpusat di sini (Pangkalan), berapa jam mau mengantre? Kemudian, jumlah yang didapat hampir dipastikan tidak akan sebanding dengan jarak tempuh dan waktu yang terbuang untuk mendapatkan minyak di pangkalan. Maka dari itu, kita buat kebijakan guna memberi kemudahan,” urainya.
Di satu sisi, sambung dia lagi, kebijakan diambil dengan memperhatikan kondisi hari berikutnya yang merupakan hari Minggu, ketika pelayanan agen tidak beroperasi.
“Kasihankan saudara-saudara kita yang jauh yang tak sempat mengantre atau terlayani tadi, sudah pasti besok belum juga akan terlayani karena hari Minggu kita tidak beroperasi. Itulah sebabnya kita layani beberapa pengecer dari wilayah selatan dan utara guna kebutuhan saudara-saudara kita di sana,” terangnya lagi.
Disinggung soal harga BBM yang disebut mencapai Rp25.000 per botol ketika terjadi keterbatasan pasokan, pihaknya menegaskan bahwa angka tersebut bukan ditetapkan ataupun dijual oleh agen.
Menurutnya, harga penjualan di tingkat masyarakat/pengecer dapat dipengaruhi kondisi pasokan dan situasi di lapangan.
Karena itu, agen menyatakan akan memperhatikan perkembangan harga dan melakukan pengawasan dalam batas kewenangannya agar masyarakat tidak dirugikan.
Meski begitu, untuk saat ini pihak agen memastikan stok Pertalite masih aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kapal pengangkut BBM tiba membawa pasokan berikutnya.
“Stok Pertalite masih tersedia dan kami pastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai kapal pengangkut BBM tiba membawa pasokan berikutnya. Pelayanan langsung kepada masyarakat juga tetap kami layani,” kuncinya. (gus)