Kyiv, KomentarNews – Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh atau menetralisir 31 rudal dan 636 drone Rusia dalam serangan yang dilancarkan ke wilayah Ukraina selama 24 jam terakhir, Kamis (16/4/2026). Secara keseluruhan, Ukraina mendeteksi 703 target udara Rusia.
“Selama periode ini, musuh melancarkan dua gelombang serangan gabungan ke wilayah Ukraina, menggunakan rudal berbasis darat dan udara, serta drone serang,” demikian pernyataan Angkatan Udara Ukraina di Telegram.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina bekerja secara maksimal. “Kami berhasil mengidentifikasi dan menetralisir sebagian besar ancaman. Namun, situasi tetap tegas. Rusia terus meningkatkan intensitas serangan mereka,” ujar Ihnat.
Analis militer dari lembaga think-tank Royal United Services Institute (RUSI) , Dr. Jack Watling, menilai bahwa jumlah serangan ini menunjukkan eskalasi yang signifikan. “Meluncurkan lebih dari 700 target dalam 24 jam adalah operasi besar-besaran. Rusia tampaknya berusaha membebani dan menembus sistem pertahanan udara Ukraina dengan mencampur berbagai jenis rudal dan drone,” ujar Watling.
Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko, menyatakan bahwa meskipun banyak serangan berhasil dihalau, beberapa rudal tetap berhasil mengenai sasaran, terutama infrastruktur energi di wilayah barat dan tengah. “Kami mengalami pemadaman listrik darurat di beberapa kota. Tim perbaikan terus bekerja untuk memulihkan pasokan,” kata Galushchenko.
Para pejabat Ukraina memperkirakan bahwa Rusia akan meningkatkan serangan menjelang peringatan perang pada bulan depan. Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan bahwa “Rusia sedang mengumpulkan cadangan rudal untuk kemungkinan serangan besar-besaran dalam 10-14 hari ke depan.”
(*Reuters)

