Teheran, Komentarnews – Israel melancarkan serangan udara ke Teheran dan sejumlah target lain di Iran pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat, sebagai bagian dari rangkaian serangan saling balas yang terus berlangsung antara kedua negara. Serangan ini merupakan respons setelah Iran sebelumnya menembakkan rudal ke wilayah Israel yang memicu eskalasi konflik regional.
Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di ibu kota Iran. Hingga berita ini diturunkan, detail kerusakan dan jumlah korban belum sepenuhnya jelas. Otoritas setempat masih melakukan pendataan dan evakuasi di area terdampak.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS saat ini tengah bernegosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Ia mengklaim Washington sedang berupaya menengahi kesepakatan yang dapat menghentikan permusuhan dan menurunkan ketegangan di Timur Tengah.
Trump menegaskan AS tidak ingin konflik meluas, namun tetap menyatakan dukungan penuh terhadap keamanan Israel.
Militer Iran dengan tegas menolak klaim Trump. Seorang juru bicara militer Iran, yang dikutip media pemerintah, menyatakan bahwa AS “sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri”, menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan Washington.
Teheran menuduh AS dan Israel terus melancarkan agresi militer sambil membawa narasi diplomasi ke publik internasional. Juru bicara tersebut juga menyebut bahwa satu-satunya jalan keluar adalah penghentian serangan dan penarikan semua ancaman militer.
Pertukaran serangan udara antara Israel dan Iran telah berlangsung selama beberapa pekan, dengan sasaran fasilitas militer, infrastruktur, dan lokasi strategis lainnya. Di tengah pertempuran, beredar laporan bahwa AS telah mengajukan rencana atau proposal untuk mengakhiri perang, termasuk melalui perantara seperti Pakistan. Namun, rincian resmi belum dipublikasikan secara luas.
Sejumlah pejabat Israel, yang dikutip media, menyatakan skeptis bahwa negosiasi dapat segera menghasilkan gencatan senjata yang kokoh. Mereka menilai bahwa selama Iran masih memiliki kapasitas untuk melancarkan serangan, upaya diplomasi akan sulit membuahkan hasil.
Konflik yang telah memasuki pekan kelima ini terus menarik perhatian dunia, dengan kekhawatiran bahwa eskalasi lebih lanjut dapat melibatkan kekuatan regional lainnya dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.
(*ANT/ *Reuters/ *AFP/ *Al Jazeera)
