Paris, Komentarnews – Prancis tidak mengizinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk mengangkut senjata Amerika Serikat yang akan digunakan dalam perang melawan Iran, demikian disampaikan seorang diplomat Barat dan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, Selasa (31/3/2026).
Para sumber mengatakan penolakan yang terjadi pada akhir pekan lalu itu merupakan pertama kalinya Prancis melakukan hal tersebut sejak konflik di Iran dimulai.
Langkah ini menjadi sinyal perubahan sikap Prancis di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan antara Iran dan AS-Israel.
Sejauh ini, baik Presiden Prancis Emmanuel Macron maupun Kementerian Luar Negeri Prancis belum segera memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Penolakan penggunaan ruang udara untuk pengangkutan senjata ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel terkait operasi militernya di Iran dan kawasan sekitarnya.
Seorang diplomat Barat yang berbicara tanpa mau disebut namanya mengatakan bahwa keputusan Prancis ini mencerminkan kekhawatiran Paris terhadap eskalasi konflik yang semakin meluas dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan Eropa.
Penggunaan jalur udara Eropa, termasuk Prancis, selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok logistik militer AS dan Israel untuk operasi di Timur Tengah. Penolakan Prancis berpotensi memaksa pengaturan ulang jalur pengiriman senjata yang dapat memperlambat pengiriman.
Konflik antara Iran dan AS-Israel dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Sejak itu, pertukaran serangan terus berlangsung dengan Iran membalas melalui serangan rudal dan drone ke target Israel serta aset militer AS di kawasan Teluk.
(*Reuters)

