Monday, May 18, 2026

Singapura Dakwa Satu Tersangka Baru Kasus Penipuan Chip AI, Target Kirim ke China

Singapura, Komentarnews – Jaksa penuntut Singapura pada Kamis (2/4/2026) secara resmi mendakwa satu orang tambahan dalam kasus penipuan yang melibatkan pengiriman server berisi chip kecerdasan buatan (AI) canggih. Tersangka baru, Jenny Lim, diduga bersekongkol dengan dua individu lain yang telah lebih dulu didakwa pada Februari 2025 untuk menyesatkan pemasok server AS, Dell Technologies.

Berdasarkan lembar dakwaan kepolisian Singapura, Lim bersama Alan Wei Zhaolun dan Aaron Woon Guo Jie pada tahun 2024 diduga melakukan konspirasi untuk melakukan penipuan dengan cara menyesatkan Dell bahwa Aperia International akan menjadi pengguna akhir (end-user) dari server yang dibeli dari Dell.

Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam pada Maret 2025 sebelumnya mengungkapkan bahwa otoritas setempat telah memastikan server-server yang terlibat dalam kasus tersebut kemungkinan besar mengandung chip buatan Nvidia.

“Server-server yang dipasok oleh Dell dan pembuat server AI Super Micro Computer ke perusahaan-perusahaan yang berbasis di Singapura ini kemudian dikirim ke Malaysia, meskipun belum jelas apakah Malaysia merupakan tujuan akhirnya,” kata Shanmugam dalam pernyataannya tahun lalu.

Amerika Serikat pertama kali melarang ekspor chip canggih Nvidia ke China pada tahun 2022 karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk tujuan militer. Meskipun AS kemudian menyetujui penjualan chip H200, chip terkuat kedua Nvidia, pada Januari 2026 dengan sejumlah persyaratan, upaya penyelundupan melalui negara ketiga tetap menjadi perhatian utama regulator.

Data dari Nvidia menunjukkan bahwa pada tahun fiskal 2025, Singapura menjadi pasar terbesar kedua bagi perusahaan tersebut setelah Amerika Serikat, menyumbang 18 persen dari total pendapatan Nvidia. Namun, Pemerintah Singapura menyatakan bahwa hanya 1 persen dari chip-chip tersebut yang “benar-benar datang” ke Singapura untuk ditempatkan di pusat data lokal. Sisanya, diduga dikirim ke pihak lain.

Dalam pengajuan laporan untuk tahun fiskal 2026, Nvidia mengklasifikasikan pendapatan berdasarkan lokasi geografis kantor pusat pelanggan mereka. Penjualan di Amerika Serikat, Taiwan, dan China tercatat menyumbang 98 persen dari total pendapatan.

Secara terpisah, tiga orang yang terkait dengan Super Micro Computer, termasuk salah satu pendirinya, telah didakwa di Amerika Serikat pada Maret 2026 karena membantu menyelundupkan setidaknya 2,5 miliar dolar AS teknologi AI AS ke China, melanggar undang-undang ekspor.

(*Reuters)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

5G Jadi Mesin Baru Ekonomi Rp710 Triliun: Sinergi dengan...

Jakarta, Komentarnews – Indonesia memasuki babak baru transformasi digital di mana teknologi 5G tidak lagi hanya sekadar peningkatan...

Regulator Australia Ingatkan Bank Soal Ancaman “Frontier AI”, Desak...

Sydney, Komentarnews – Otoritas Jasa Keuangan Australia (Australian Prudential Regulation Authority/APRA) memperingatkan bahwa banyak lembaga keuangan di...

Melesat 8 Kali Lipat! Laba Samsung Tembus Rekor 57,2...

Seoul, KomentarNews – Samsung Electronics mencatat lonjakan laba operasional delapan kali lipat hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada kuartal...