Tuesday, April 7, 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Aman Sampai Akhir Tahun, Asumsi Minyak 100 Dolar AS per Barel

Jakarta, KomentarNews – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia terus meningkat akibat eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran. Jaminan ini diberikan dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

“Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah mitigasi serta menghitung ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jika harga minyak dunia naik, baik menjadi 80 dolar AS per barel maupun 100 dolar AS per barel.

“Jadi, (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi, masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung (anggaran subsidinya masih cukup),” katanya.

Selain anggaran APBN, Purbaya menyatakan pemerintah masih memiliki sumber dana lain untuk mengantisipasi tekanan harga minyak dunia, salah satunya adalah dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, termasuk Rp200 triliun penempatan di perbankan.

Ia mengatakan pemerintah juga masih memiliki berbagai pos pendapatan yang dapat menjadi buffer (bantalan) bagi kebutuhan anggaran subsidi, seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

“Yang penting adalah dananya ada, cushion kita masih ada. Nanti juga Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batubara di pasar dunia,” tuturnya.

Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya memangkas anggaran pada berbagai pos pengeluaran yang kurang efisien di kementerian dan lembaga. Hal ini penting mengingat setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 dolar AS per barel, maka pemerintah perlu menambah subsidi sebesar Rp6,8 triliun.

“Nanti kami ajak (kementerian dan lembaga) supaya minimum (meminimalkan pengeluaran), kami kendalikan dan kami maintain (jaga) yang lain juga, kami boost (tingkatkan) pendapatan dari beberapa sektor, termasuk komoditas,” ucap Purbaya.

Ia menuturkan bahwa upaya efisiensi tersebut juga dilakukan untuk menjaga tingkat defisit pengeluaran APBN tetap terjaga di level 2,92 persen tanpa harus memanfaatkan SAL.

(*ANT/ *Kemenkeu)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Butuh Akhir Permanen Perang dalam Respon ke Pakistan

Teheran, KomentarNews – Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata...

Cuaca Ekstrem Sebabkan Plafon Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk, Penumpang Panik, Tak Ada Korban Luka

Tangerang, KomentarNews – Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin...

Paus Leo XIV Pimpin Ibadat Jalan Salib di Colosseum, 30 Ribu Umat Hadiri Peringatan Jumat Agung

Roma, KomentarNews – Paus Leo XIV memimpin ribuan umat Katolik...

Indonesia Kembali Desak DK PBB Usut Insiden UNIFIL usai 3 Personel TNI Terluka di Lebanon

Jakarta, Komentarnews – Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa...

IRGC Klaim Hantam Kapal Induk AS, Jatuhkan Jet Tempur, dan Rudal Balistik Serang Pangkalan di UAE

Teheran, Komentarnews – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com