Saturday, April 11, 2026

FDA AS Kembali Tolak Obat Kanker Kulit Melanoma Replimune, Saham Anjlok 58 Persen

Washington D.C. KomentarNews – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Jumat (10/4/2026) menolak untuk menyetujui obat eksperimental perusahaan bioteknologi Replimune untuk pengobatan kanker kulit stadium lanjut (melanoma). Keputusan ini menandai penolakan kedua secara berturut-turut untuk obat yang diberi nama Tudriqev, setelah regulator AS menolaknya tahun lalu karena masalah dalam uji klinis dan bukti efektivitas yang tidak memadai.

Harga saham Replimune langsung anjlok 58 persen dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul pengumuman tersebut.

CEO Replimune Sushil Patel mengatakan pihaknya tidak punya pilihan selain menghilangkan sejumlah posisi pekerjaan dan secara substansial mengurangi operasi manufakturnya yang berbasis di AS sebagai akibat dari keputusan ini. “Kami kecewa dengan keputusan FDA, tetapi kami akan mematuhi persyaratan regulasi,” ujar Patel dalam pernyataan resmi yang dikutip Reuters.

Dalam surat tanggapan lengkap (Complete Response Letter) pada Jumat, FDA menyatakan kekhawatiran tentang ketergantungan obat pada studi lengan tunggal (single-arm study) dan menyatakan bahwa Replimune harus menyediakan data dari uji coba terkontrol yang menunjukkan bukti efektivitas yang memadai.

FDA juga mengatakan bahwa data dari dua studi tidak cukup kuat untuk mendukung persetujuan pengobatan ini dalam kombinasi dengan Opdivo (milik Bristol Myers Squibb) untuk orang dewasa dengan melanoma lanjut.

Replimune menyatakan tidak setuju dengan FDA tentang apakah data yang ada cukup untuk persetujuan, dan menambahkan bahwa agensi tersebut tampaknya berkontradiksi dengan posisi yang diungkapkan dalam pertemuan pada September lalu. Namun, Replimune akan memulai uji coba tahap akhir untuk memenuhi persyaratan regulasi dari studi konfirmasi untuk persetujuan yang dipercepat (accelerated approval).

Analis Jefferies Andrew Tsai mengatakan bahwa keputusan tentang Tudriqev membuat “satu pesaing lebih sedikit” dalam jangka pendek untuk Amtagvi milik Iovance, yang disetujui FDA pada 2024 untuk kondisi yang sama. “Penolakan ini memberikan ruang lebih luas bagi Iovance untuk menguasai pasar terapi sel untuk melanoma,” ujar Tsai.

Melanoma lanjut adalah bentuk kanker kulit serius yang dengan cepat menyebar ke bagian lain dari tubuh, sehingga membuatnya lebih sulit diobati. Tudriqev adalah imunoterapi onkolitik, jenis pengobatan yang menggunakan virus herpes yang dimodifikasi secara genetik untuk secara selektif mendeteksi dan menghancurkan sel kanker.

Hingga berita ini diturunkan, FDA belum memberikan komentar tambahan di luar isi surat tanggapan lengkap yang dikirimkan kepada Replimune.

(*Reuters)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

AS dan Iran Gelar Perundingan Damai di Islamabad, Vance Pimpin Delegasi AS, Iran Ajukan Syarat Lebanon dan Sanksi

Islamabad, KomentarNews – Delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat dan Iran...

Mentan Amran Dukung Penuh Pakan Probiotik IPB, Siap Bawa ke Prabowo: “Kalau Capai Target, Kita Beli”

Bogor, KomentarNews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap...

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.100 per Kg, PIHPS Catat Kenaikan Pasca-Lebaran

Jakarta, Komentarnews – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional...

OpenAI Identifikasi Celah Keamanan Alat Pihak Ketiga, Data Pengguna Dipastikan Tidak Bocor

San Francisco, KomentarNews – OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, pada...

Harga Emas Antam Naik Tipis Rp3.000 per Gram, Dibanderol Rp2,86 Juta

Jakarta, KomentarNews – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com