Friday, April 17, 2026

PDPI Ingatkan Bahaya Vape: 79,5 Persen Pengguna Alami Adiksi, Bisa Picu Paru Bocor hingga Kanker

Jakarta, KomentarNews – Dewan Eksekutif Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Agus Dwi Susanto, menyoroti bahaya rokok elektronik atau vape yang memiliki tiga komponen utama yang dapat berdampak pada kesehatan, terutama di kalangan remaja. Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu memaparkan risiko mulai dari adiksi nikotin hingga penyakit paru kronis.

“Bahaya vape tidak bisa dianggap remeh. Ada tiga komponen utama yang mengancam kesehatan,” kata Prof. Agus saat dihubungi ANTARA pada Senin (13/4/2026).

Prof. Agus menjelaskan bahwa komponen pertama adalah nikotin yang bersifat adiktif dan dapat menyebabkan ketergantungan. “Sekitar 79,5 persen pengguna vape mengalami adiksi karena kandungan nikotin,” katanya. Lebih lanjut, ketergantungan nikotin juga dapat membuat sebagian pengguna beralih menjadi perokok ganda atau dual user. “Sekitar 40 sampai 50 persen pengguna menjadi dual user, menggunakan vape dan rokok konvensional,” ujarnya.

Komponen kedua adalah zat karsinogen atau pemicu kanker yang ditemukan dalam cairan vape seperti formaldehida dan asetaldehida. Meski tidak mengandung tar seperti rokok biasa, kandungan kimia dalam vape tetap memiliki potensi risiko serius bagi tubuh. “Bukti pada manusia memang masih berkembang karena penggunaan vape tergolong baru, tetapi penelitian laboratorium sudah menunjukkan adanya potensi bahaya tersebut,” jelas Prof. Agus.

Komponen ketiga adalah zat toksik yang dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan dan sistem pembuluh darah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit seperti infeksi saluran napas, pneumonia, asma, hingga penyakit paru kronik.

Dalam praktik klinis, Prof. Agus mengaku mulai menemukan sejumlah kasus gangguan paru pada pengguna vape, termasuk pneumonia, asma, hingga pneumotoraks (kondisi paru-paru bocor). Ia juga menyinggung adanya risiko cedera paru akut akibat vape yang dikenal sebagai EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury), yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga memerlukan perawatan intensif.

Selain dampak pada paru-paru, paparan zat dari vape juga disebut berpotensi memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke dalam jangka panjang. “Vape bukan alternatif yang aman. Ini tetap membahayakan jantung dan pembuluh darah,” tegas Prof. Agus.

Prof. Agus menegaskan bahwa penggunaan vape pada remaja perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan otak dan fungsi kognitif. “Remaja adalah masa kritis pembentukan otak. Paparan nikotin dan zat kimia berbahaya dapat mengganggu konsentrasi, memori, dan kemampuan belajar,” ujarnya.

(*PDPI/ *ANT)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Dokter RSUI Ingatkan Imunisasi MMR Cara Paling Efektif Cegah Campak, Waspadai Komplikasi Pneumonia hingga Radang Otak

Depok, Komentarnews – Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Shofa...

FDA AS Kembali Tolak Obat Kanker Kulit Melanoma Replimune, Saham Anjlok 58 Persen

Washington D.C. KomentarNews – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika...

Varian COVID Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Varian Dominan XFG dengan Risiko Rendah

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga akhir Maret...

CEO Mars Poul Weihrauch Jadi Pengamat Dewan Novo Nordisk, Perkuat Keberlanjutan dan Tata Kelola

Kopenhagen, KomentarNews – Novo Nordisk, perusahaan farmasi asal Denmark yang...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com