Monday, May 18, 2026

Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib bagi Siswa Kelas 3 SD, Pelatihan Guru Segera Digelar

Lombok Timur, Komentarnews – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027 .

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan kebijakan tersebut saat meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/5/2026) .

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris akan mulai diajarkan kepada siswa sejak kelas 3 SD .

“Mulai tahun 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya .

Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam kurikulum pendidikan dasar nasional. Selama ini, Bahasa Inggris hanya berstatus sebagai muatan lokal di sebagian sekolah. Kini statusnya naik menjadi mata pelajaran wajib nasional .

Yang menarik, Abdul Mu’ti menekankan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tidak akan banyak membahas tata bahasa atau grammar. Fokus utamanya adalah pada kemampuan komunikasi lisan dan peningkatan kepercayaan diri siswa .

“Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD lebih banyak ditekankan pada aspek bagaimana mereka dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, bukan Bahasa Inggris sebagai science, tapi Bahasa Inggris sebagai media komunikasi sehingga nanti di tingkat SD itu grammarnya tidak perlu terlalu banyak,” kata Mendikdasmen Mu’ti .

Ia mengingatkan para guru yang nantinya akan mengajar mata pelajaran wajib tersebut agar tidak terlalu memusingkan kesalahan tata bahasa murid dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris .

“Salah-salah tidak apa-apa yang penting mereka punya kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa itu,” imbuhnya .

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar kebijakan tersebut dapat berjalan optimal. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pelatihan Bahasa Inggris bagi guru SD di seluruh Indonesia .

“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana program itu berjalan dengan baik melalui pelatihan guru SD untuk mata pelajaran Bahasa Inggris,” ujar Abdul Mu’ti .

Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia untuk memastikan kesiapan tenaga pengajar sebelum kebijakan diterapkan secara nasional.

Abdul Mu’ti menilai penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini sangat penting untuk membantu siswa menghadapi tantangan global dan perkembangan dunia pendidikan modern .

“Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global,” tuturnya .

Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang lebih baik, peserta didik diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi internasional.

Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukanlah hal yang baru dan tiba-tiba. Proses transisi sudah dimulai sejak tahun 2024 .

“Sebenarnya memasukkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bukan proses yang baru dijalankan tiba-tiba, proses transisinya sudah tercantum dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah,” jelas Toni .

Aturan tersebut kemudian diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 .

Selain menyiapkan kebijakan Bahasa Inggris wajib, Kemendikdasmen juga terus mendorong program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan sekolah .

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama guru .

“Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ucapnya .

“Karena itu Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru,” tegasnya .

Pemerintah menargetkan pelatihan guru dilakukan secara bertahap agar implementasi mata pelajaran Bahasa Inggris wajib untuk SD dapat berjalan optimal mulai 2027. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini .

Dengan komitmen bersama, Bahasa Inggris tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi jembatan bagi generasi muda menuju dunia yang lebih terbuka dan kompetitif .

(antara/kompastv/beritasatu)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Donald Trump Tolak Tanggapan Iran, Gencatan Senjata di Ambang...

Washington DC, KomentarNews - Upaya diplomatik untuk mengakhiri Perang Iran kembali menemui jalan buntu. Presiden Amerika Serikat...

Indonesia Gelar “Kartini Letters” di UNESCO Paris, Tegaskan Warisan...

Paris, Komentarnews – Indonesia menggelar acara "Kartini Letters: A Spark in the Memory of the World" di Kantor Pusat UNESCO,...

Kemdiktisaintek: Anggaran Riset Nasional Bukan Cuma Rp1,7 T, Totalnya...

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa alokasi dana riset sebesar Rp1,7 triliun yang baru-baru...