Saturday, June 27, 2026

Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang, Cari Formula Win-Win di Tengah Tekanan Industri

Jakarta, KomentarNews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk menunda penerapan kebijakan kenaikan royalti untuk lima komoditas tambang utama. Kelima komoditas tersebut adalah tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.

Keputusan ini diambil setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha yang mengkhawatirkan lonjakan beban biaya produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bahlil menjelaskan bahwa penundaan ini bertujuan untuk membangun formulasi yang lebih baik. Ia menginginkan kebijakan yang menguntungkan negara sekaligus tidak membebani para pengusaha.

“Kami ingin mencari formula yang win-win solution. Negara dapat penerimaan, industri tetap jalan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Formulasi baru terkait royalti tambang itu akan diupayakan menjadi formula yang menguntungkan kedua belah pihak.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM mengusulkan skema royalti progresif untuk sejumlah komoditas mineral utama. Skema ini mencakup kenaikan batas atas royalti serta penyesuaian rentang harga guna mengoptimalkan penerimaan negara saat harga komoditas naik.

Dalam usulan tersebut, beberapa komoditas mengalami kenaikan tarif yang cukup signifikan:

KomoditasRoyalti Usulan Baru
Konsentrat tembaga9-13% (dari sebelumnya flat 7-10%)
Katoda tembaga7-10% (dari sebelumnya 4-7%)
Emas14-20% (dari sebelumnya 7-16%)
Perak5-8% (progresif, dari sebelumnya flat 5%)
Timah5-20% (progresif, dari sebelumnya 3-10%)

Usulan ini sontak membuat pasar saham sektor tambang babak belur. Pada perdagangan Senin (11/5/2026), sektor energi ambruk 2,61 persen dan sektor bahan baku terperosok 3,26 persen.

Keputusan penundaan ini disambut positif oleh para pelaku usaha tambang. Mereka sebelumnya mengkhawatirkan kenaikan beban biaya produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kami mengapresiasi langkah Pak Menteri yang mau mendengar aspirasi kami. Ini menunjukkan pemerintah serius menjaga iklim investasi,” ujar perwakilan Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Bahlil mengungkapkan beberapa alasan di balik penundaan ini. Pertama, kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu pasca ketegangan geopolitik AS-Iran. Kedua, harga komoditas yang masih fluktuatif. Ketiga, kebutuhan untuk menjaga daya saing industri tambang nasional di pasar internasional.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Kebijakan ini akan berdampak luas, tidak hanya pada perusahaan tambang tapi juga pada ribuan pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah tambang,” jelas Bahlil.

Bahlil menyatakan bahwa pembahasan mengenai formula baru royalti tambang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, serta perwakilan industri.

Ia menargetkan formula baru tersebut dapat selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Setelah itu, kebijakan akan segera diterapkan.

“Tapi sekali lagi, kami akan pastikan kebijakannya adil untuk semua pihak. Negara tidak boleh dirugikan, tapi industri juga harus tetap hidup,” pungkas Bahlil.

(cnbcindonesia/esdm/antara)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Gresty Masie Pimpin Srikandi Jaga Desa Abpednas Sulut

Sulut, KomentarNews - Organisasi sayap Abpednas (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) yakni Srikandi Abpednas Jaga Desa Sulut,...

BREAKING: Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor...

Jakarta, komentarNews - Gelombang kejutan melanda Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto secara...

Pengganti Almarhum Djon P. Janis Sudah Diusulkan, Plt Ketua...

SITARO, KOMENTAR NEWS Tanda tanya soal siapa nama pengganti almarhum Djon Ponto Janis, akhirnya mulai ada titik...

More

Recomended