Wednesday, March 25, 2026

Bundeswehr Kembangkan AI untuk Percepat Keputusan di Medan Perang, Kurangi “Kabut Data”

Berlin, Komentarnews – Tentara Jerman (Bundeswehr) tengah mengembangkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pengambilan keputusan di medan perang. Sistem ini dirancang untuk mengolah data medan tempur dalam jumlah besar dan menyajikan rekomendasi taktis lebih cepat kepada komandan.

“Kami sedang menguji sistem AI yang dapat memproses data dari berbagai sumber seperti satelit, drone, sensor darat, dan komunikasi pasukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi ‘kabut data’ di medan perang sehingga keputusan dapat diambil dalam hitungan menit, bukan jam,” ujar Kolonel Arne Collatz, kepala proyek pengembangan AI di Kantor Bundeswehr untuk Pengembangan Kemampuan, dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Pertahanan Jerman.

Pejabat Jerman menekankan bahwa AI akan difokuskan pada fungsi pendukung seperti analisis dan peringatan dini, bukan pada sistem senjata otonom yang memutuskan sendiri soal penembakan.

“Misi kami adalah menggunakan AI untuk mendukung prajurit, bukan menggantikan mereka. Keputusan akhir, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan mematikan, tetap berada di tangan manusia,” kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dalam konferensi pers di Berlin pekan lalu, seperti dikutip Deutsche Welle.

Pengembangan ini terjadi di tengah upaya Jerman memodernisasi militernya dan meningkatnya kekhawatiran tentang potensi ancaman dari Rusia serta konteks keamanan Eropa yang memburuk.

“Kita harus lebih cepat dalam memahami medan perang. AI adalah alat penting untuk itu, terutama dalam konteks ancaman dari timur,” ujar Jenderal Carsten Breuer, Inspektur Jenderal Bundeswehr, dalam wawancara dengan Der Spiegel.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, Jerman telah berkomitmen untuk meningkatkan belanja pertahanan dan memperkuat kesiapsiagaan militernya. Pengembangan AI untuk medan perang menjadi salah satu prioritas dalam transformasi Bundeswehr menuju militer yang lebih digital dan responsif.

(*Reuters/ *Deutsche Welle/ *Der Spiegel/ *Bundeswehr)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Hakim AS Ragukan Daftar Hitam Pentagon ke Anthropic: “Terlihat Seperti Upaya Melumpuhkan Perusahaan AI”

California, KomentarNews – Seorang hakim federal AS sedang mempertimbangkan upaya...

Meta Dihukum Bayar 375 Juta Dolar AS, Juri New Mexico Vonis Bersalah Kasus Eksploitasi Anak di Facebook, Instagram

New Mexico, Komentarnews – Juri di New Mexico memerintahkan Meta...

Polandia Larang Keras Penggunaan Ponsel di Sekolah Dasar Mulai September 2026

Warsawa, KomentarNews – Polandia akan memberlakukan larangan penggunaan telepon seluler...

Nvidia: OpenClaw Sebesar Windows, Jadi Fondasi AI Agent Masa Depan

San Jose, KomentarNews – Nvidia, raksasa teknologi yang menjadi perusahaan...

Revolusi Penyimpanan! Microsoft Ciptakan Kaca Ajaib yang Bisa Simpan Data hingga 10.000 Tahun

Jakarta, KomentarNews – Microsoft baru saja mengumumkan terobosan besar dalam...

Tag # Terpopuler