Monday, May 11, 2026

Rupiah Melemah ke Rp16.928 di Awal Pekan, Harga Minyak dan Selat Hormuz Jadi Biang Kerok

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (27/3/2026) pagi, bergerak melemah 14 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.928 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.904 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh volatilitas harga minyak dunia yang masih tinggi akibat ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan bahwa rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan sepanjang hari ini.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp16.870 – Rp16.920 dipengaruhi oleh global harga minyak dunia yang masih dengan volatilitas yang tinggi dan ketidakpastian berakhirnya perang AS-Israel dengan Iran,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mengutip Sputnik, anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi menyatakan bahwa Iran ingin melegalkan pungutan bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Pada 24 Maret 2026, Bloomberg melaporkan bahwa Iran sudah mulai mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp33,8 miliar) bagi kapal dagang yang melintasi selat strategis tersebut.

Eskalasi di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global. Kondisi itu turut mempengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut serta mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Dari sisi domestik, pasar disebut khawatir atas peningkatan tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak. Hal ini diiringi dengan kewaspadaan potensi defisit anggaran sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang dikhawatirkan terlampaui.

“Sebelum pecah perang AS-Israel dan Iran, tren inflasi sudah mulai meningkat. Ditambah kenaikan harga minyak yang akan menambah biaya produksi industri dan harga jual barang,” ungkap Rully.

Rully menambahkan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan ini.

“Langkah yang dapat dilakukan pemerintah di antaranya dengan menjaga daya beli masyarakat melalui program-program seperti bantuan tunai dan insentif listrik, serta penghematan di lembaga dan kementerian,” ujar dia.

(*ANT/ *Bloomberg/ *Sputnik)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Berita terkait

IHSG Anjlok 1,58% ke 6.859, Sektor Tambang Babak Belur di Bawah Tekanan Royalti dan Geopolitik

Jakarta, KomentarNews - Pasar saham Indonesia memulai pekan ini...

Menkeu Bantah Akan Periksa Ulang Peserta Tax Amnesty Jilid II: “Tidak Akan Digali-gali”

Jakarta, Komentarnews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan...

Ekonom CORE: Bond Stabilization Fund Efektif Redam Kepanikan Pasar, Tapi Tak Bisa Lawan Gravitasi Global

Jakarta, KomentarNews - Pemerintah tengah mengkaji ulang pengaktifan kembali...

Porsche PHK Lebih dari 500 Karyawan, Efisiensi di Tengah Lesunya Pasar China dan Biaya Elektrifikasi

Stuttgart, Komentarnews - Pabrikan mobil mewah asal Jerman, Porsche...

Pendapatan Hyundai Kuartal I-2026 Cetak Rekor Tertinggi Rp544 Triliun, Ditopang Hybrid dan EV

Jakarta, Komentarnews - Kabar baik datang dari raksasa otomotif...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com