Paris, KomentarNews – Prancis dengan tegas menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik AS dari NATO. Paris menyatakan bahwa aliansi militer tersebut dirancang untuk keamanan kawasan Euro-Atlantik, bukan untuk melancarkan operasi ofensif di Selat Hormuz.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Angkatan Darat Prancis Alice Rufo dalam konferensi War & Peace di Paris, Rabu (1/4/2026). Rufo, yang merupakan sekutu dekat Presiden Emmanuel Macron, menegaskan pemahamannya tentang kekesalan Washington terhadap penolakan Prancis untuk bergabung dalam koalisi yang bertujuan membuka blokade Selat Hormuz secara langsung.
“Biarkan saya mengingatkan Anda apa itu NATO. Ini adalah aliansi militer yang berkepentingan dengan keamanan kawasan Euro-Atlantik. NATO tidak dirancang untuk melakukan operasi di Selat Hormuz, karena itu akan menjadi pelanggaran hukum internasional,” kata Rufo.
Pernyataan tegas ini muncul setelah Trump menyatakan kepada Reuters bahwa ia “benar-benar mempertimbangkan” untuk menarik AS dari NATO. Ancaman tersebut disampaikan setelah sekutu-sekutu AS tidak mendukung penuh aksi militer Washington terhadap Iran.
“Saya memahami kekesalan ini, tetapi saya tidak berbicara atas nama Amerika Serikat. Saya berbicara atas nama negara yang merupakan anggota pendiri Aliansi Atlantik (NATO) dan anggota pendiri Uni Eropa, yang selama 20 tahun terakhir telah mengatakan bahwa orang Eropa harus mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanan kolektif di Eropa,” tegas Rufo.
Rufo menjelaskan bahwa Paris lebih memilih untuk mengerjakan rencana pemulihan lalu lintas dan kebebasan navigasi dengan cara yang “bukan bersifat ofensif”. Sebelumnya, Presiden Macron telah mengusulkan adanya kerangka kerja PBB untuk setiap tindakan di Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak global yang secara efektif ditutup Iran.
Macron menekankan bahwa upaya internasional hanya dapat terjadi ketika permusuhan mereda, perusahaan asuransi dan pelayaran dikonsultasikan, dan Iran menyetujuinya.
Pertikaian diplomatik ini memanas setelah Prancis, sehari sebelumnya, menolak permintaan Israel untuk menggunakan wilayah udaranya guna mengangkut senjata Amerika untuk perang di Iran. Penolakan ini, yang dikonfirmasi oleh tiga sumber kepada Reuters, memicu kemarahan Gedung Putih.
Prancis menjadi negara Eropa kedua yang diketahui menolak membantu operasi militer di Iran setelah Italia sebelumnya juga melarang pesawat AS mendarat di pangkalan militernya di Sisilia.
Sementara itu, Trump dijadwalkan memberikan pidato kenegaraan pada Rabu malam waktu setempat, di mana ia diperkirakan akan kembali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap sekutu Eropa di NATO.
(*Reuters)

