Wednesday, May 13, 2026

IHSG Ambruk 1,6% di Pembukaan, MSCI Depak 18 Saham RI Termasuk BREN dan TPIA

Jakarta, Komentarnews – Pasar saham Indonesia dibuka dengan tekanan berat pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil tinjauan indeks periode Mei 2026 .

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, pada pukul 09.10 WIB IHSG ambruk 109,77 poin atau 1,60 persen ke level 6.749,13 . Sebanyak 353 saham melemah, sementara hanya 213 saham yang menguat .

Dalam evaluasi kali ini, tidak ada satu pun saham Indonesia yang berhasil masuk ke MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI justru mengeluarkan enam emiten berkapitalisasi besar dari indeks utama tersebut .

Keenam saham yang resmi terdepak adalah :

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan klasifikasi (downgrade) dari Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index .

Data movers menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi minus 13,45 indeks poin. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menekan 10,95 poin serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 7,95 poin .

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan IHSG sebesar 6,28 poin dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 3,60 poin .

Secara harga saham, TPIA ambles 12,48 persen, CUAN anjlok 12,17 persen, AMMN turun 10,57 persen, DSSA melemah 9,87 persen, dan BREN terkoreksi 8,31 persen .

Selain keenam saham big caps tersebut, MSCI juga menghapus 13 emiten dari indeks MSCI Small Cap Index Indonesia. Dengan demikian, total terdapat 18 saham Indonesia yang keluar dari seluruh kategori indeks MSCI pada periode ini .

Ketiga belas saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index adalah :

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Meskipun enam saham tersebut yang secara langsung terdampak keluarnya dari indeks MSCI, efeknya meluas ke saham-saham lain. Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) ikut turun 6,67 persen, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melemah 6,55 persen, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 5,26 persen, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi 4,95 persen .

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai rebalancing MSCI Mei 2026 berada di bawah ekspektasi pasar karena jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dibanding perkiraan awal .

“Kondisi ini mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index,” kata Ratna di Jakarta, Rabu (13/5/2026) .

Phintraco memperkirakan rebalancing kali ini dapat mendorong potensi capital outflow sekitar Rp28 triliun hingga Rp31 triliun . CGS International Sekuritas Indonesia bahkan memperkirakan outflow pasif bisa mencapai US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun .

Berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, tekanan jual tidak tersebar merata dan hanya terkonsentrasi pada beberapa nama tertentu .

“PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi pusat tekanan terbesar dengan estimasi passive outflow masing-masing Rp9 triliun dan Rp6 triliun,” tulis tim riset Kiwoom .

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut terpapar sentimen negatif. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan pelemahan IHSG dipicu kombinasi keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI, pelemahan rupiah, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat .

Rupiah diketahui telah menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS, yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah .

Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa Asia juga dibuka di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan ambles lebih dari 2 persen, sementara Nikkei Jepang dan ASX Australia ikut melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi AS dan tensi geopolitik Timur Tengah .

Di tengah tekanan yang melanda, Kiwoom Sekuritas melihat adanya potensi rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan tata kelola yang lebih sehat seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM .

“Fenomena ini berpotensi mengarahkan rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan governance lebih sehat,” tulis laporan tim riset Kiwoom .

Seluruh perubahan komposisi indeks MSCI tersebut akan efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan mulai tercermin pada perdagangan 1 Juni 2026 .

(cnbcindonesia/bisnis/antara/mediaindonesia/pikiranrakyat)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Berita terkait

IHSG Anjlok 1,58% ke 6.859, Sektor Tambang Babak Belur di Bawah Tekanan Royalti dan Geopolitik

Jakarta, KomentarNews - Pasar saham Indonesia memulai pekan ini...

Menkeu Bantah Akan Periksa Ulang Peserta Tax Amnesty Jilid II: “Tidak Akan Digali-gali”

Jakarta, Komentarnews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan...

Ekonom CORE: Bond Stabilization Fund Efektif Redam Kepanikan Pasar, Tapi Tak Bisa Lawan Gravitasi Global

Jakarta, KomentarNews - Pemerintah tengah mengkaji ulang pengaktifan kembali...

Porsche PHK Lebih dari 500 Karyawan, Efisiensi di Tengah Lesunya Pasar China dan Biaya Elektrifikasi

Stuttgart, Komentarnews - Pabrikan mobil mewah asal Jerman, Porsche...

Pendapatan Hyundai Kuartal I-2026 Cetak Rekor Tertinggi Rp544 Triliun, Ditopang Hybrid dan EV

Jakarta, Komentarnews - Kabar baik datang dari raksasa otomotif...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com