Jakarta, KomentarNews – Polda Metro Jaya terus mendalami kasus dugaan jaringan pedofilia yang melibatkan warga negara Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kasus ini menjadi prioritas karena menyangkut perlindungan anak dan perempuan .
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan kasus ini dilakukan secara bersama oleh tiga direktorat sekaligus: Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Direktorat Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), serta Direktorat Siber .
“Karena informasi ini ada di dunia digital, makanya siber juga turun, termasuk dari Direktorat PPA dan PPO juga mendalami, termasuk dari Polres Metro Jakarta Selatan mendalami tentang informasi yang diterima adanya prostitusi anak di bawah umur di wilayah Blok M,” jelas Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/5/2026)Â .
Kasus ini terungkap setelah beredar unggahan dari beberapa akun media sosial X (dulu Twitter) dalam bahasa Jepang. Unggahan tersebut dibuat sekitar periode September hingga November 2025Â .
Dalam unggahan itu, para pemilik akun secara terang-terangan menyebutkan bahwa mereka sengaja mencari anak perempuan di bawah umur, dengan kisaran usia 16 sampai 17 tahun .
Salah satu akun, @Shin19840704, menyebutkan bahwa anak yang dijadikan objek prostitusi ditemui di pinggiran Jakarta. Bayaran untuk sekali transaksi disebut sebesar Rp200.000 .
Sementara itu, unggahan dari akun @Matt_NLA mengungkap fakta yang lebih detail. Ia mengatakan pernah bertemu seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang diantar oleh seorang agen ke salah satu hotel di Jakarta .
Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada polisi apabila mengetahui, mendengar, atau melihat dugaan aktivitas jaringan pedofilia tersebut. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 110 atau dengan mendatangi piket Direktorat Siber, Direktorat PPA dan PPO, maupun Polres Metro Jakarta Selatan .
“Tapi tim pasti akan mendalami, sekecil apa pun informasi yang beredar itu selalu didalami oleh Polda Metro Jaya,” tuturnya .
Budi menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian saat ini, karena melibatkan anak-anak dan perempuan sebagai korban. Pihaknya juga akan menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak terjerumus dalam praktik prostitusi, mulai dari tekanan ekonomi hingga pengaruh lingkungan sosial .
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengumumkan adanya penangkapan terhadap WN Jepang yang diduga terlibat. Namun, proses penyelidikan terus berjalan, termasuk penelusuran jejak digital dan identitas para pemilik akun yang mengaku sebagai pelaku .
(kompas/poldametrojaya/beritasatu)




