Jakarta, KomentarNews – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal (Deng Ical) meminta pemerintah untuk segera memulangkan 13 anak buah kapal (ABK) yang hingga kini masih terjebak di Baku, Azerbaijan, usai sebelumnya dievakuasi dari Iran akibat situasi perang di Timur Tengah. Ia mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengambil langkah cepat dan konkret.
“Kita tidak bisa membiarkan warga negara Indonesia terkatung-katung di negara orang tanpa kepastian. Negara harus segera hadir dan memberikan perlindungan maksimal,” kata Deng Ical dalam keterangan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Deng Ical menyatakan bahwa meskipun para ABK telah keluar dari wilayah konflik, mereka kini menghadapi berbagai persoalan baru, mulai dari ketidakpastian hukum, keterbatasan logistik, hingga lambatnya proses repatriasi ke tanah air. Ia menekankan bahwa proses repatriasi tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi yang berlarut-larut. Keselamatan dan kepastian nasib warga negara harus menjadi prioritas utama pemerintah.
“Jangan sampai ada warga negara kita yang terlantar karena lambannya respons. Ini soal tanggung jawab negara,” ucapnya.
Deng Ical berharap Kemenlu bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Azerbaijan, Berlian Helmy, dan instansi terkait dapat segera mempercepat proses koordinasi dengan otoritas setempat di Azerbaijan sehingga kepulangan para ABK bisa segera direalisasikan. Ia juga meminta agar segera dikoordinasikan berbagai kemungkinan repatriasi dengan negara-negara strategis, terutama Turki.
Legislator dari komisi yang membidangi luar negeri itu juga meminta pemerintah untuk menanggung seluruh biaya pemulangan para ABK, mengingat kondisi mereka saat ini dalam situasi darurat.
“Mereka sudah berhasil keluar dari zona konflik, tetapi bukan berarti masalah mereka selesai. Pemerintah harus memastikan mereka bisa segera kembali ke Indonesia dengan aman dan tanpa beban tambahan,” ucapnya.
Ia turut meminta Panglima TNI untuk memerintahkan atase pertahanan terdekat guna menyusun rencana strategis repatriasi.
Para ABK tersebut sebelumnya dievakuasi dari Iran akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026. Mereka kemudian dibawa ke Baku, Azerbaijan, namun hingga kini proses pemulangan ke Indonesia masih terkendala berbagai persoalan teknis dan administratif.
(*ANT)

