Jakarta, Komentarnews – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat sejumlah kenaikan harga pangan pada perdagangan Sabtu (11/4/2026) pukul 10.10 WIB. Komoditas cabai rawit merah mencapai harga Rp83.100 per kilogram (kg) , sementara telur ayam ras dibanderol Rp32.550 per kg.
Berbeda dengan pola tahunan di mana kenaikan harga terjadi menjelang Ramadhan dan Lebaran, kali ini kenaikan justru terjadi pasca-Lebaran. Analis Pangan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Ahmad Heri Firdaus, menjelaskan bahwa kenaikan harga pasca-Lebaran ini tidak biasa.
“Biasanya harga pangan, terutama cabai dan telur, mulai turun setelah Lebaran karena permintaan menurun. Namun kali ini kami melihat tren sebaliknya. Penyebab utamanya adalah gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dan banjir di sejumlah sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam dua pekan terakhir,” ujar Ahmad kepada ANTARA, Sabtu.
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional per 11 April 2026
Berikut adalah data harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional berdasarkan pantauan PIHPS:
Cabai dan Bawang:
-
Cabai rawit merah: Rp83.100/kg
-
Cabai rawit hijau: Rp52.950/kg
-
Cabai merah besar: Rp48.000/kg
-
Cabai merah keriting: Rp45.600/kg
-
Bawang merah: Rp47.350/kg
-
Bawang putih: Rp40.200/kg
Beras (per kg):
-
Beras kualitas bawah I: Rp14.500
-
Beras kualitas bawah II: Rp14.550
-
Beras kualitas medium I: Rp16.050
-
Beras kualitas medium II: Rp15.900
-
Beras kualitas super I: Rp17.300
-
Beras kualitas super II: Rp16.850
Daging dan Telur:
-
Telur ayam ras: Rp32.550/kg
-
Daging ayam ras segar: Rp41.500/kg
-
Daging sapi kualitas I: Rp147.650/kg
-
Daging sapi kualitas II: Rp137.950/kg
Gula dan Minyak Goreng:
-
Gula pasir premium: Rp20.150/kg
-
Gula pasir lokal: Rp19.100/kg
-
Minyak goreng curah: Rp20.100/liter
-
Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp23.250/liter
-
Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp22.350/liter
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengakui bahwa cuaca ekstrem dalam dua pekan terakhir menjadi penyebab utama keterlambatan pasokan dari sentra produksi. “Kami sedang mengerahkan tim untuk memastikan distribusi dari daerah surplus seperti Lombok dan Sumatra Utara berjalan lancar. Operasi pasar juga akan digelar di daerah-daerah dengan harga tertinggi,” ujar Arief.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangan terpisah memastikan bahwa stok pangan nasional secara keseluruhan masih aman. “Kenaikan harga ini lebih disebabkan oleh gangguan distribusi sesaat akibat cuaca, bukan karena kelangkaan pasokan. Kami perkirakan harga akan mulai turun dalam 1-2 pekan ke depan seiring perbaikan cuaca dan lancarnya distribusi,” ujar Perry.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) karena stok pangan nasional dipastikan aman.
(*PIHPS BI/ *ANT)

