Depok, Komentarnews – Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Shofa Nisrina Luthfiyani mengingatkan bahwa upaya paling efektif untuk mencegah penyakit campak adalah melalui pemberian imunisasi. Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) dapat mencegah campak yang umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.
“Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) bisa mencegah campak. Penyakit ini umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah,” kata dr. Shofa Nisrina di Depok, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari setelah gejala awal, akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau yang dikenal sebagai bercak Koplik.
Penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin. “Virus ini juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga meningkatkan risiko penularan,” ujar dr. Shofa.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena campak antara lain:
-
Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi
-
Orang dewasa yang belum pernah divaksin
-
Individu dengan sistem imun yang lemah
dr. Shofa memperingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis). “Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” tegasnya.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk:
-
Menjaga kebersihan tangan
-
Menggunakan masker saat sakit
-
Menghindari kontak dengan penderita
-
Menjaga daya tahan tubuh
Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, ruam yang menyebar luas, sesak napas, atau penurunan kesadaran.
RSUI menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit infeksi, termasuk campak, dengan dukungan tenaga medis profesional. Menurut dr. Shofa, campak atau measles masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai masyarakat. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang tahun 2025 dan hingga awal 2026.
(*RSUI/ *ANT)

