Jakarta, KomentarNews – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran posisi strategis di lingkungan kepresidenan.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Dalam prosesi yang khidmat, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Dudung, yang mengenakan pakaian sipil rapi, mengikuti sumpah dengan tegas di hadapan kepala negara.
Dudung resmi menggantikan Muhammad Qodari yang kini mendapat kepercayaan baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Sebelumnya, mantan Kasad ke-33 itu menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Bukan hanya Dudung, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat tinggi lainnya di hari yang sama:
-
Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
-
Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia
-
Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
-
Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran elite Kabinet Merah Putih dan aparat keamanan, di antaranya:
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
-
Djamari Chaniago (Menko Polkam)
-
Zulkifli Hasan (Menko Pangan)
-
Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur)
-
Yusril Ihza Mahendra (Menko Kumham Imipas)
-
Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian)
-
Pratikno (Menko PMK)
-
Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM)
-
Rosan Roeslani (Menteri Investasi)
-
Meutya Hafid (Menteri Komdigi)
-
Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
-
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
-
Akademisi Rocky Gerung (terlihat hadir di barisan undangan)
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) , Dr. Wasisto Raharjo, menilai bahwa pemilihan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan menunjukkan keinginan Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan koordinasi teknis kementerian.
“Jenderal Dudung dikenal sebagai sosok yang tegas dan dekat dengan panglima. Posisi Kepala Staf Kepresidenan penting untuk memastikan program prioritas presiden berjalan di lapangan,” ujar Wasisto.
Ia juga menyoroti perpindahan Muhammad Qodari ke Bakom sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah.
( ANTARA, Sekretariat Presiden, Kompas)


