Ternate, Komentarnews – Nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah video yang memperlihatkan dirinya memberikan jawaban tegas kepada warga yang mengeluhkan utang pinjaman online (pinjol) viral di media sosial.
Jawaban tegas itu disampaikan Sherly saat menghadiri kegiatan bantuan nelayan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, pada Minggu (17/5/2026) . Dalam acara yang juga menyerahkan bantuan mesin kapal gratis itu, Sherly memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi .
Seorang warga kemudian mengungkapkan tiga masalah utama yang dihadapi para nelayan. Dua masalah pertama terkait administrasi kependudukan (KTP dan KK yang tidak sesuai domisili) dan pernikahan siri yang menyulitkan akses KUR .
Namun, masalah ketiga yang disampaikan warga langsung membuat suasana berubah.
“Terus yang kedua ini terkait masalah utang piutang, utang di bank BRI maupun bank-bank yang lain, di leasing, maupun di kredit, bahkan di pinjol,” ujar warga tersebut dikutip dari kanal YouTube GubSherly .
Berbeda dengan responsnya terhadap dua masalah pertama yang langsung ditawari solusi, kali ini Sherly Tjoanda angkat bicara dengan tegas.
“Bentar, yang kedua itu tidak bisa saya bantu,” tegas Sherly Tjoanda disambut perhatian serius para hadirin .
Menurut Sherly, persoalan utang pribadi, terutama yang terkait dengan pinjaman online, merupakan tanggung jawab individu masing-masing dan harus menjadi pembelajaran berharga .
“Itu belajar, bagi yang belum, masih bersih namanya. Pertama, jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapapun yang nanti memanfaatkannya untuk pinjol,” pesan Sherly .
Lebih lanjut, Sherly memberikan nasihat tentang pentingnya menjaga nama baik dan integritas dalam kehidupan.
“Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik,” ujar Sherly Tjoanda .
Ia menekankan bahwa pemerintah provinsi memiliki keterbatasan wewenang dalam menyelesaikan persoalan utang individu. Pemerintah hadir untuk membantu dalam hal-hal yang bersifat struktural dan administratif, bukan untuk menanggung konsekuensi dari keputusan keuangan pribadi yang kurang bijak.
Berbeda dengan sikap tegasnya terhadap utang pinjol, Sherly memberikan respons cepat dan solutif terhadap dua masalah administrasi yang disampaikan warga.
Untuk masalah kepemilikan KTP yang tidak sesuai domisili, ia langsung memerintahkan perangkat daerah untuk mendata dan mengurus perpindahan administrasi kependudukan .
Sementara untuk masalah banyaknya warga yang menikah siri tanpa akta nikah, Sherly memerintahkan agar mereka didata dan mengikuti program nikah massal di Pengadilan Agama dengan biaya yang ditanggung oleh Pemprov Maluku Utara .
“Koordinasikan, semua dikumpulkan, kawin massal di Pengadilan Agama, ditanggung oleh Pemprov ya,” perintah Sherly yang disambut tepuk tangan meriah warga .
Dalam kunjungan tersebut, Sherly juga menyerahkan bantuan mesin tempel Yamaha dan Suzuki berkapasitas 15 PK dan 20 PK untuk para nelayan . Bantuan ini diintegrasikan dengan skema permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Program ini diharapkan dapat membantu nelayan dalam membangun atau memperbaiki bodi kapal, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan modal,” ujar Sherly .
Ia juga menanyakan secara detail kepada para nelayan tentang nominal pinjaman, cicilan bulanan hingga omset tahunan mereka untuk memastikan program tepat sasaran .
Sikap tegas Sherly Tjoanda terkait pinjol menuai beragam respons. Banyak warganet yang mengapresiasi keberaniannya untuk mengatakan “tidak bisa membantu” di tengah banyaknya pejabat yang cenderung memberi janji manis tanpa solusi konkret.
Warganet menilai pesan Sherly sangat edukatif, terutama tentang risiko meminjamkan KTP untuk pinjol yang bisa merusak nama baik dan keuangan di masa depan .
Ke depan, Sherly berkomitmen untuk terus mendorong program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, tanpa harus terlibat dalam urusan utang piutang pribadi warganya.
(tvonenews/youtube**)




